q

Unik, Inilah Dia Tradisi Dari Pernikahan Orang Tionghoa

Dalam suatu pernikahan pasti akan ada proses yang biasanya disebut dengan diadati. Kira-kira apa setiap adat untuk melakukan proses pernikahan itu sama? Lalu gimana ya dengan proses adat pernikahan yang dilakukan etnis Tionghua? Penasaran juga kan? Yuk kita simak ulasannya.

Melihat hari, jam dan tanggal baik untuk melangsungkan pernikahan merupakan salah satu hal yang wajib diperhitungkan bagi tradisi adat China di Indonesia, sebenarnya gak cuma etnis Tionghua sih semua adat pastinya juga mencari hari yang baik juga kan. Biasanya akan ada banyak kebutuhan yang harus dilengkapi tapi kebanyakan anak muda zaman now itu sangat kurang pengetahuan tentang hal ini, maka tidak jarang banyak pasangan yang akhirnya menyerahkan masalah ini kepada orang tua mempelai.

Pesta pernikahan bagi semua orang bukanlah hanya sekedar dijadikan simbol, bahwa pasangan telah resmi dalam ikatan. Namun bagi keluarga sesepuh yang sangat memperhatikan adat istiadat, mereka menganggap bahwa pernikahan adat China haruslah sakral, bukan hanya untuk kedua pasangan namun juga ikatan antara kedua belah pihak keluarga.

Dalam menyelenggarakan sebuah pernikahan, masyarakat keturunan Tionghoa memiliki sejumlah tradisi warisan nenek moyang yang kaya akan makna dan hingga kini masih tetap dijalankan. Salah satu proses adat dalam proses pernikahan adat Tionghua adalah sangjit, prosesi ini biasanya akan dilakukan oleh setiap pasangan keturunan Tionghoa sebelum memasuki hari pernikahan.

Apa Itu Sangjit?

aa

Untuk pertama kali, mari kita terlebih dahulu mengenal apa yang dimaksud dengan prosesi sangjit. Sangjit adalah prosesi seserahan dalam budaya Tionghoa dimana sang mempelai pria akan datang membawa persembahan kepada pihak mempelai wanita. Acara sangjit biasanya dilakukan setelah lamaran dan di antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum hari pernikahan. Untuk waktu pelaksanaan, acara sangjit akan diadakan pada siang hari antara jam 10.00 sampai dengan 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang.

Dan hal pertama yang digunakan terlebih dahulu pada hari akan dilaksanakannya sangjit calon mempelai pria akan mengenakan kemeja berwarna merah atau cheongsam pria, sedangkan calon mempelai wanita mengenakan dress berwarna merah atau cheongsam.

Barang-Barang Seserahan

22.

Pihak keluarga calon mempelai pria harus menyiapkan barang-barang seserahan sangjit berupa 12 nampan yang nantinya akan diserahkan ke pihak keluarga calon mempelai wanita, antara lain:

  •  Kosmetik dan perlengkapan mandi
  • Seperangkat perhiasan untuk mempelai wanita
  • Pakaian/kain beserta aksesorinya untuk mempelai wanita. Seserahan ini mempunyai arti bahwa keperluan sandang si wanita akan dipenuhi oleh pria.
  • Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). Pihak mempelai wanita biasanya mengambil uang susu (ang pao) seluruhnya, sedangkan uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja, sisanya dikembalikan. Misalnya uang pesta yang diberikan adalah sebesar Rp 14.000.000, yang diambil hanya Rp 4.000.000 saja. Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta, maka berarti pesta pernikahan tersebut dibiayai oleh keluarga wanita.
  • Satu nampan berisi 18 buah-buahan.
  • Satu nampan berisi 18 buah-buahan.
  • Satu nampan berisi 18 buah-buahan.
  • Dua pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Biasanya lilin yang dipilih adalah yang bermotif naga dan burung hong.
  • Sepasang kaki babi yang melambangkan keselamatan (jika tidak ada dapat digantikan dengan 8-12 kaleng makanan kaleng) beserta 6-12 kaleng kacang polong.
  • Satu nampan berisi kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan.
  • Satu nampan berisi dua botol arak atau sampanye.
  • Satu nampan berisi gabungan antara uang-uangan dari emas yang melambangkan hoki atau keberuntungan, dua bundle pita double happiness yang bermakna agar kedua calon mempelai dapat terus bahagia sampai tua nanti, kaca yang bermakna agar kedua calon mempelai dapat melakukan refleksi pada diri mereka masing-masing sehingga tidak saling menuntut.

Hadiah Dari Mempelai Wanita

Antaran balik yang disiapkan oleh pihak mempelai wanita adalah berupa:

  • Seserahan pihak mempelai pria yang hanya diambil sebagian seperti uang pesta, nampan buah, sepasang lilin merah, sebagian kaki babi/ makanan penggantinya dan kaleng kacang polong, sebagian kue mangkok, dua botol sirup merah.
  • Satu nampan makanan manis seperti permen atau cokelat
  • Satu nampan keperluan pria, seperti satu stel baju, pakaian dalam dan sapu tangan.
  • Keluarga juga harus mempersiapkan beberapa amplop uang ang pao yang siap dibagikan ke para pembawa nampan dari pihak mempelai pria dengan jumlah nominal yang sudah disesuaikan.

Menghias Kamar

56

Setelah semua acara lamaran sudah dipersiapkan, kini saatnya merapikan tempat peraduan kedua mempelai. Tradisi merias kamar pengantin dilakukan juga seminggu sebelum Hari H berlangsung. Menghias kamar merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh para orang tua kedua mempelai.

Di era modern, menghias kamar dapat dilakukan oleh para perias pengantin. Namun bagi masyarakat Tionghoa dulu, merias kamar menjadi tradisi yang ditunggu – tunggu oleh para keluarga kedua calon mempelai. Orang yang menghias kamar pengantin biasanya ialah kerabat yang sudah menikah dan kehidupan pernikahannya terkenal langgeng, ini melambangkan agar dapat menjadi contoh yang baik bagi kedua calon mempelai.

Menghias kamar pengantin dengan warna merah akan melambangkan kebahagiaan dan semangat hidup, lampu lentera juga kerap diletakkan di dalam kamar. Dengan maraknya lampu yang ada, diharapkan pernikahan ini akan menerangi bagi pasangan dalam melangkah kehidupan bersama. Sebagai simbol lancarnya keturunan mempelai, kamar yang sudah rapih biasanya ditiduri oleh bayi atau balita.

Dari semua arti positif yang terkandung dalam setiap barang dan perbuatan, ada juga larangan yang tidak boleh dilakukan oleh para mempelai di dalam kamar ini yaitu salah seorang mempelai, baik itu mempelai pria maupun wanita, tidak diperkenankan tidur sendiri tanpa pendamping. Secara tidak langsung hal ini berarti menjauhkan mereka dari kehilangan salah satu pasangan, entah karena bercerai atau meninggal.

Prosesi Pernikahan

Rangkaian dari pernikahan adat Chinese merupakan prosesi yang bisa dibilang cukup panjang, akan tetapi biasanya dilakukan di hari yang bersamaan dengan pemberkatan pernikahan di gereja/ vihara. Hal yang mendetail lainnya mengenai pernikahan ini adalah adanya perhitungan hari, tanggal dan waktu yang baik untuk setiap upacara.

Rangkaian acara terdiri dari 8 rangkaian prosesi seperti di bawah ini:

1. Prosesi persiapan CPW (Calon Pengantin Wanita) dan CPP(Calon Pengantin Pria)

1

Ini merupakan awal dari rangkaian acara pernikahan adat Tionghoa dan dilakukan oleh CPP dan CPW di rumah mereka masing-masing. Untuk CPW, orang tuanya akan memberikan boutonniere (kumpulan bunga untuk menghiasi pengantin) milik CPP kepada CPW dan juga akan menutup veil-nya ( penutup kepala pengantin). Sedangkan CPP akan mendapatkan hand bouquet milik CPW dan orang tuanya akan membantu untuk memasangkan jas.

2. Prosesi kedatangan CPP

2

Pada pernikahan adat Tionghoa, CPW haruslah dijemput oleh CPP. CPP akan datang bersama dengan para groomsmen ( pengiring pengantin). Pada saat CPP tiba, seorang anak kecil dari pihak CPW harus membukakan pintu mobil dan memberikan sebuah jeruk kepada CPP. Anak kecil tersebut juga akan diberikan angpao oleh CPP.

CPP akan disambut oleh sepasang suami istri dari pihak CPW dan pasangan tersebut akan mengantarkan CPP ke orang tua CPW. Pada saat bertemu dengan orang tua CPW, CPP harus memberi hormat dengan membungkuk sebanyak 3 kali. Kemudian orang tua CPW akan mengantarkan CPP ke kamar di mana CPW sedang menunggu.

Akan tetapi sebelum bertemu dengan CPW, CPP harus menjalani rintangan terlebih dahulu. Biasanya para bridesmaids dan keluarga dari pihak CPW akan mengerjai mereka dengan beberapa games. Contoh games yang biasa dimainkan adalah menirukan gaya Psy dengan iringan lagu Oppa Gangnam Style atau menebak cap bibir milik CPW.

3. Prosesi pertemuan antara CPP dan CPW

55

Setelah melalui beberapa rintangan yang sudah disiapkan, inilah saatnya CPP untuk bertemu dengan CPW. Orang tua CPW akan menuntun CPP untuk berjalan ke arah CPW. Akan tetapi ada 2 versi yang masih sering dilakukan untuk prosesi ini. Pada kebanyakan pernikahan di Surabaya, CPP dan CPW harus membelakangi satu sama lain dan pada saat punggung bertemu punggung, mereka akan saling berbalik. Sedangkan pada kebanyakan pernikahan di Jakarta, CPP dan CPW harus saling bertemu muka pada saat CPP masuk ke kamar tersebut. Prosesi dilanjutkan dengan bertukar hand bouquet dan boutonniere, dilanjutkan dengan CPP yang membuka veil CPW.

4. Prosesi di rumah keluarga CPW

44

Rangkaian acara pun masih berlanjut dengan makan ronde bersama di rumah CPW. Katanya sih kalau makan ronde ini maka hubungan pernikahan mereka bakalan lengket, erat dan susah untuk dipisahkan. Sedangkan kuah ronde melambangkan kehidupan pernikahan yang manis.

Apabila CPW memiliki kakak yang belum menikah, maka harus ada prosesi pengguntingan pita merah. Gunting tersebut harus disediakan oleh pasangan yang menikah dan diberikan pada saat sangjit atau upacara seserahan yang biasanya dilakukan 1 minggu sebelum pernikahan. Selain itu, calon pengantin harus memberikan hadiah berupa sesuatu yang bisa dikenakan kepada kakak CPW. Setelah menggunting pita merah, kakak perempuan harus berjalan lurus hingga perempatan jalan tanpa berbalik. Hal ini dipercaya akan mengentengkan jodoh sang kakak

5. Prosesi perjalanan kembali ke rumah

45

Setelah acara di rumah keluarga CPW berakhir, maka inilah saatnya untuk calon pengantin kembali ke rumah CPP untuk prosesi adat selanjutnya. Pantang untuk mobil pengantin berjalan mundur pada saat prosesi ini.

6. Prosesi di rumah keluarga CPP

56

Sama seperti di rumah keluarga CPW, calon pengantin harus disambut oleh pasangan suami istri yang berbahagia, tetapi kali ini dari pihak CPP. Pasangan suami istri tersebut akan mengantarkan calon pengantin kepada orang tua CPP dan CPP harus memberi hormat dengan membungkuk sebanyak 3 kali. Orang tua CPP pun akan menggandeng calon pengantin untuk mengantarkan mereka ke kamar pengantin yang sudah dipersiapkan. Di atas tempat tidur harus disiapkan ShuangXi (double happiness), apel, jeruk, boneka, kalendar dan permen.

Acara pun dilanjutkan dengan makan misua bersama. Misua merupakan sejenis mie yang sangat tipis, bertekstur halus, dan biasanya sangat panjang. Misua melambangkan kehidupan pernikahan yang panjang dan tak terputus. Misua biasanya akan dihidangkan dengan telur merah. Telur merupakan lambang keturunan dan merah merupakan warna keberuntungan untuk kalangan Tionghoa.

7. Prosesi keluar rumah CPP

65

Prosesi ini biasanya dilakukan sebelum calon pengantin menuju rumah ibadah di mana mereka akan diresmikan secara agama. Pada saat calon pengantin keluar dari rumah, makan ibu dari CPP akan melemparkan saweran sambil mengucapkan doa-doa yang baik untuk calon pengantin, sedangkan sang ayah akan memegang payung merah. Saweran terdiri dari beras kuning, kacang hijau, koin dan juga permen. Prosesi ini akan melambangkan restu dan doa orang tua agar kehidupan pernikahan selalu berjalan dengan baik, penuh rezeki dan selalu berkelimpahan.

8. Prosesi Tea Pai

54

Prosesi ini biasanya dilakukan sesudah acara pemberkatan secara agama dan sebelum resepsi pernikahan. Prosesi tea pai ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada yang dituakan dengan cara menyuguhkan teh.

Pihak yang disuguhkan teh dimulai dari keluarga pihak lelaki dan diawali dari orang tua. Setelah itu dilanjutkan dengan kerabat dan saudara yang sudah menikah. Pada saat yang dilayani adalah keluarga pihak lelaki, maka pengantin perempuan lah yang menyuguhkan teh, begitu pula sebaliknya. Biasanya pengantin akan diberikan angpao atau perhiasan oleh pihak-pihak yang disuguhkan teh.

Pada acara ini juga terdapat prosesi tepuk angpao, di mana orang tua akan memasukkan angpao-angpao yang diperoleh pada acara tea pai di setiap kantong jas/ kemeja pengantin pria. Hal ini melambangkan agar pengantin memiliki kondisi finansial yang bagus ke depannya dan tidak ada yang kosong. Prosesi tea pai ini ditutup dengan pembagian angpao kepada saudara yang belum menikah.

Yah, guys uda pada tahu kan jadinya gimana prosesi dari pernikahan etnis Tionghua, Unik juga ya prosesnya, Setelah ini, apa kalian juga ingin menikah?