1

Perdarahan Setelah Melahirkan Bisa Dicegah Asalkan Melakukan Hal Ini

Masa-masa kehamilan adalah masa yang paling ditunggu. Oleh karena itu, seorang ibu hamil harus benar-benar  menjaga kesehatannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. misalnya terjadinya Perdarahan ketika melahirkan.

Perdarahan merupakan salah satu hal yang paling ditakuti para Ibu hamil. Terlebih jika mengalami Perdarahan setelah melahirkan, tentunya akan memunculkan rasa khawatir. Ibu hamil harus selalu menjaga pola makan agar nantinya bisa melahirkan dengan normal.

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi kesehatan janin. Ibu hamil harus lebih banyak makan-makanan yang mengandung sayuran dan buah-buahan agat nantinta dapat melahirkan dengan lancar. Perdarahan setelah melahirkan sebenarnya adalah hal yang biasa, asalkan darah yang keluar tidak melebihi 500 ml.

Setelah melahirkan, seorang ibu akan mengalami masa nifas. Nifas memang wajar dialami dan ini akan berlangsung selama 40 hari. Nifas pada ibu hamil tentunya berbeda dengan Perdarahan. Nah, kalau kalian ingin tahu penjelasan tentang Perdarahan, kalian bisa membacanya disini.

Apakah Perdarahan Saat Melahirkan Adalah Hal Normal?

33

Sesaat setelah melakukan proses melahirkan, tubuh kalian akan mengeluarkan plasenta. Rahim kalian harus melakukan kontraksi kuat untuk memutuskan pembuluh darah di mana plasenta tersebut menempel pada dinding rahim. Pada saat ini, kalian akan mengalami yang namanya kehilangan darah karena plasenta berusaha terpisah dari dinding rahim dan hal ini normal terjadi.

Namun, perdarahan berat pun bisa terjadi saat ini, biasanya hal ini disebabkan oleh rahim yang tidak berkontraksi dengan baik (atonia uteri). Untuk mencegah perdarahan berat yang disebabkan karena hal ini, biasanya kalian akan diberikan suntikan untuk membantu rahim berkontraksi, sehingga plasenta akan lebih mudah dikeluarkan.

Perdarahan berat sesaat setelah melahirkan biasanya dikenal dengan nama postpartum hemoragik (PPH). Postpartum hemoragik ini bisa dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:

-PPH primer, yaitu ketika kalian kehilangan lebih dari 500 ml darah selama 24 jam pertama setelah melahirkan. Hal ini bisa terjadi pada 5 dari 100 wanita.
-PPH sekunder, terjadi ketika kalian mengalami perdarahan vagina yang hebat atau abnormal antara 24 jam pertama sampai 12 minggu setelah melahirkan. Hal ini bisa dialami oleh kurang dari 2 dari 100 wanita.

Penyebab Perdarahan Berat Saat Melahirkan

2

Sebenarnya ada banyak penyebab dari perdarahan hebat saat melahirkan. Penyebab ini dapat dibagi ke dalam empat kelompok utama, yaitu karena tonus (atonia uteri), jaringan (seperti retensio plasenta dan plasenta akreta), trauma (karena luka pada jalan lahir, misalnya) dan trombosis (gangguan pembekuan darah).

1. Atonia uteri

Atonia uteri merupakan penyebab paling umum dari perdarahan hebat setelah melahirkan. Atonia uteri adalah kondisi di mana rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik untuk mengeluarkan plasenta. Sehingga, hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan cepat setelah ibu melahirkan.

Faktor risiko yang dapat menyebabkan atonia uteri adalah kehamilan kembar, makrosomia (bayi besar), cairan ketuban terlalu banyak (polihidramnion), kelainan janin, kelainan struktur rahim, dan sebagainya. Kalian juga lebih berisiko mengalami perdarahan hebat jika kalian melahirkan dalam waktu sangat lama atau sangat cepat.

2. Retensio plasenta

Retensio plasenta terjadi saat plasenta kalian masih tertahan di dalam rahim setelah kalian melahirkan bayi . Hal ini akan membuat pembuluh darah di rahim belum tertutup dengan benar, sehingga bisa mengalami perdarahan hebat. Retensio plasenta lebih mungkin terjadi saat kalian melahirkan di usia kehamilan yang sangat dini, terutama kurang dari 24 minggu (kelahiran sangat prematur) dan perdarahan hebat lebih mungkin terjadi pada saat ini.

3. Plasenta akreta

Plasenta akreta terjadi saat pembuluh darah dan bagian lain dari plasenta tertanam terlalu dalam di dinding lahir. Pada kondisi ini, plasenta bisa menempel sebagian atau seluruhnya di dinding rahim saat ibu sudah melahirkan bayinya. Hal ini kemudian bisa menyebabkan perdarahan hebat setelah melahirkan. Plasenta akreta mungkin disebabkan karena kelainan pada dinding rahim.

4. Gangguan koagulasi (pembekuan darah)

Gangguan pembekuan darah juga dapat menyebabkan kalian mengalami perdarahan berat setelah melahirkan. Beberapa kondisi yang berhubungan dengan pembekuan darah adalah penyakit von Willebrand, hemofilian dan idiopatik trombositopenia purpura.

Selain itu, komplikasi saat kehamilan, seperti preeklampsia dan hipertensi gestasional, juga dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku, sehingga komplikasi kehamilan juga dapat menyebabkan perdarahan hebat setelah melahirkan.

Apa Saja Penyebab Perdarahan Pada Masa Nifas ?

56

Jika tadi kita tadi sudah tahu penyebab Perdarahan setelah melahirkan, Berikut ini adalah penyebab Perdarahan pada masa nifas ( darah yang keluar selama 40 hari setelah masa melahirkan,

  • Biasanya ini terjadi akibat minum ramuan obat atau jamu bersih darah yang tidak aman untuk ibu baik setelah keguguran maupun setelah melahirkan
  • Luka jahitan jalan lahir yang terbuka
  • Akibat melakukan Pijat pada daerah perut ke dukun, dengan tujuan memulihkan posisi alat kandungan
  • Gisi yang buruk dan lemahnya kontraksi rahim selama masa pemulihan

Cara Mengetahui Perdarahan Yang Terlalu Banyak

333

Ketika bercak merah mulai muncul lagi setelah jumlah lochia yang keluar mulai berkurang, ini bisa menandakan bahwa kalian harus memiliki waktu istirahat yang lebih banyak. Namun jika kalian terus mendapatkan bercak-bercak ini setelah mengurangi aktifitas selama beberapa hari, maka kalian harus segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan kalian.

Jangan menunda-nunda untuk menemui dokter atau bidan ketika Perdarahan yang alami semakin bertambah hebat, atau:

  1. Lochia yang kalian alami 4 hari setelah melahirkan masih berwarna merah terang
  2. Lochia yang keluar dari vagina kalian berbau busuk atau diikuti dengan demam atau panas dingin
  3. Perdarahan yang keluar sangat berlebihan dan abnormal (misalnya seperti mengganti pembalut setiap satu jam atau adanya gumpalan darah yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan bola golf). Inilah tanda dari Perdarahan postpartum akhir yang memerlukan penanganan secepatnya.

Gejala Perdarahan

l

Saat ini belum ada metode yang terbukti efektif untuk memprediksi terjadinya PPH pada periode antenatal (sebelum persainan), namun dokter kandungan/bidan dapat melakukan antisipasi berdasarkan riwayat medis pasien. Beberapa gejala yang muncul sebagai tanda PPH adalah:

  • Perdarahan yang tidak dapat dikontrol
  • Penurunan tekanan darah
  • Peningkatan detak jantung
  • Penurunan hitung sel darah merah ( hematocrit )
  • Pembengkakan dan nyeri pada jaringan daerah vagina dan sekitar perineum (antara mulut vagina dan lubang anus)
  • Perdarahan dapat terjadi secara masif dan cepat, ataupun secara perlahan dan terus menerus. Patut diwaspadai apabila darah yang keluar disertai dengan rasa pusing atau perdarahan terus menerus selama 2-3 jam yang menyebabkan harus berganti 3 pembalut besar selama kurun waktu tersebut.

Diagnosis

—Untuk membuat diagnosis perdarahan postpartum perlu diperhatikan ada perdarahan yang menimbulkan hipotensi dan anemia. apabila hal ini dibiarkan berlangsung terus, pasien akan jatuh dalam keadaan syok. perdarahan postpartum tidak hanya terjadi pada mereka yang mempunyai predisposisi, tetapi pada setiap persalinan kemungkinan untuk terjadinya perdarahan postpartum selalu ada.

—Perdarahan yang terjadi dapat deras atau merembes. perdarahan yang deras biasanya akan segera menarik perhatian, sehingga cepat ditangani sedangkan perdarahan yang merembes karena kurang nampak sering kali tidak mendapat perhatian. Perdarahan yang bersifat merembes bila berlangsung lama akan mengakibatkan kehilangan darah yang banyak. Untuk menentukan jumlah perdarahan, maka darah yang keluar setelah uri lahir harus ditampung dan dicatat.

—Kadang-kadang perdarahan terjadi tidak keluar dari vagina, tetapi menumpuk di vagina dan di dalam uterus. Keadaan ini biasanya diketahui karena adanya kenaikan fundus uteri setelah uri keluar. Untuk menentukan etiologi dari perdarahan postpartum diperlukan pemeriksaan lengkap yang meliputi anamnesis, pemeriksaan umum, pemeriksaan abdomen dan pemeriksaan dalam.

—Pada atonia uteri terjadi kegagalan kontraksi uterus, sehingga pada palpasi abdomen uterus didapatkan membesar dan lembek. Sedangkan pada laserasi jalan lahir uterus berkontraksi dengan baik sehingga pada palpasi teraba uterus yang keras. Dengan pemeriksaan dalam dilakukan eksplorasi vagina, uterus dan pemeriksaan inspekulo. Dengan cara ini dapat ditentukan adanya robekan dari serviks, vagina, hematoma dan adanya sisa-sisa plasenta.

Siapa Saja Yang Berisiko Mengalami Perdarahan Hebat Saat Melahirkan?

Jika kalian mempunyai faktor risiko di bawah ini, maka kalian akan lebih mungkin untuk mengalami perdarahan hebat saat melahirkan.

  • Kelebihan cairan ketuban (polihidramnion)
  • Mempunyai makrosomia janin (berat bayi lebih dari 4000 gram)
  • Pernah mengalami perdarahan postpartum sebelumnya
  • Kalian mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan
  • Mempunyai bayi kembar
  • Kalian yang mengeluarkan plasenta dalam waktu yang sangat lama
  • Kalian yang menjalani persalinan dalam waktu yang sangat lama (lebih dari 12 jam)
  • Kalian yang memiliki episiotomi saat persalinan
  • Kalian yang menjalani persalinan dengan cara operasi caesar
  • Kalian yang memerlukan bantuan saat persalinan, seperti dengan forceps atau vakum

Pencegahan & Perawatan PPH dengan Misoprostol

Dalam beberapa studi yang dilakukan – Misoprostol dapat menjadi alternatif untuk pencegahan apabila Oxytocin tidak tersedia, terutama bila terjadi di wilayah dengan akses fasilitas kesehatan yang minim.

Misoprostol untuk Pencegahan PPH

Dosis yang diberikan adalah 600 mcg secara oral atau sublingual. Dosis ini dapat diberikan apabila regimen injeksi uterotonik konvensional tidak tersedia dan hanya dapat diberikan oleh tenaga medis terlatih. Bila perdarahan tetap terjadi, harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengulang dosis misoprostol. Penyebab perdarahan selain atonia uteri harus dicari dan pasien harus segera dibawah ke Rumah Sakit yang dapat menangani PPH.

Pencegahan Dan Penangan Secara Umum

1. Pencegahan

Cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya perdarahan postpartum adalah memimpin kala II dan kala III persalinan sesuai prosedur dan tidah teburu-buru.

2. Penanganan

  • Ketahui dengan pasti kondisi pasien sejak awal (saat masuk)
  • Pimpin persalinan dengan mengacu pada persalinan bersih dan aman (termasuk upaya pencegahan perdarahan pascapersalinan)
  • Lakukan observasi melekat pada 2 jam pertama pascapersalinan (di ruang persalinan) dan lanjutkan pemantauan terjadwal hingga 4 jam berikutnya (di ruang rawat gabung).
  • Selalu siapkan keperluan tindakan gawat darurat
  • Segera lakukan penilaian klinik dan upaya pertolongan apabila dihadapkan dengan masalah dan komplikasi
  • Atasi syok
  • Pastikan kontraksi berlangsung baik (keluarkan bekuan darah, lakukan pijatan uterus, berikan uterotonika 10 IU IM dilanjutkan infus 20 IU dalam 500cc NS/RL dengan 40 tetesan permenit.
  • Pastikan plasenta telah lahir dan lengkap, eksplorasi kemungkinan robekan jalan lahir.
  • Bila perdarahan terus berlangsung, lakukan uji beku darah.
  • Pasang kateter tetap dan lakukan pemantauan input-output cairan
  • Cari penyebab perdarahan dan lakukan penangan spesifik.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang terjadinya Perdarahan pasca melahirkan. Jadi bagi para ibu hamil kalian harus menjaga kesehatan dan makanan kalian ya. Biar ketika melalui proses melahirkan bayi dan ibu tetap sehat.