1

Takut Melakukan Hubungan Intim? Mungkin Inilah Penyebabnya

Guys, apakah kalian tahu bahwa kekerasan dalam hubungan seksual kerap saja terjadi? Banyak kasus perkosaan terjadi dimana-mana. Gak cuma terjadi pada gadis remaja bahkan sampai anak yang masih kecil bisa menjadi tempat pelampiasan bagi orang-orang yang gak punya akal.

Akibat dari kejadian ini banyak wanita yang menjadi trauma. Akan sulit rasanya bagi mereka jika sampai menjadi trauma, apalagi jika sampai mereka trauma dalam berhubungan seksual. Mau gak mau suatu saat mereka akan menjalani hubungan seksual dengan pasangan mereka. Tapi apa jadinya kalau mereka sampai mengalami takut dalam berhubungan seksual?

Nah ternyata adaloh orang yang takut melakukan hubungan seksual meskipun dengan pasangan sahnya. Lantas apa yang harus kita lakukan pada mereka yang mengalami ketakutan terhadap berbagai hal yang berbau seksual? Yuk, simak ulasannya disini.

Pengertian Dari Genophobia atau Coitophobia

2

Genophobia atau coitophobia adalah ketakutan fisik atau psikologis terhadap hubungan seksual. Kata ini sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu γένος genos, yang berarti “keturunan” dan φόβος phobos, yang berarti “takut.” Kata ini juga terbentuk dari kata Yunani phobos dan coitus, merujuk pada tindakan sanggama di mana organ reproduksi laki-laki yang menembus saluran reproduksi wanita.

Istilah  erotophobia juga dapat digunakan ketika menggambarkan genophobia. Kata itu berasal dari nama seorang dewa Yunani Erotic Love, Eros. Genophobia dapat menginduksi sepertinya terjadi kepanikan dan ketakutan pada seseorang.

Orang yang menderita dari phobia ini akan sangat ketakutan apabila akan melakukan kontak seksual dan bahkan memikirkannya saja bisa membuat mereka merasa takut. Rasa takut yang ekstrim dapat menyebabkan masalah dalam hubungan romantis dengan pasangan mereka di masa depan.

Mereka yang menderita genophobia akan berusaha menhindari suatu hubungan untuk menghindari kemungkinan terjadinya keintiman. Sudah pasti ini bukanlah hal yang baik karena ini akan membuat mereka menjadi kesepian dan mereka juga akan menjadi minder dengan kondisi yang mereka alami.

Hal Yang Menyebabkan Terjadinya Genophobia

3

Sama seperti semua jenis phobia, penyebab utamanya adalah trauma. Genophobia paling mungkin terjadi ketika korban mengalami trauma yang cukup parah. Pemerkosaan dan penganiayaan adalah pemicu yang paling umum untuk membuat seseorang menjadi genophobia dan gak cuma itu budaya pendidikan dan ajaran agama yang kurang juga dapat meningkatkan risiko untuk ketakutan ini.

Genophobia kadang-kadang akan dikaitkan dengan ketidakamanan pada masalah citra tubuh, serta masalah medis. Selain itu, genophobia kadang-kadang juga terjadi secara independen sehingga setiap penyebabnya akan dapat diidentifikasi.

-Rape Trauma Syndrome: Pemerkosaan adalah pelanggaran pertama atas tubuh dan pikiran korban. Akibat pemerkosaan, hampir semua korban mengalami reaksi psikologis yang intens. Meskipun tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama, sebagian besar orang mengikuti tiga tahap terorganisir.

Salah satu cara konseptualisasi dari prosesnya adalah dari akut trauma kemudian reorganisasi dan akhirnya resolusi, yang biasa dikenal sebagai sindrom trauma perkosaan (Rape Trauma Syndrome). Bisa dibilang sih kalau kasus ini mirip dengan pasca-traumatic stress disorder, Rape Trauma Syndrome secara dramatis akan mengembangkan risiko untuk kondisi terkait kesehatan mental.

Phobia jenis ini paling sering terjadi selama fase reorganisasi, yaitu fase dimana mereka sedang mencoba untuk membangun kembali kehidupan mereka, meskipun mereka akan dapat mengembangkan trauma ini setiap saat. Jalan untuk melalui trauma akibat pemerkosaan ini sangat personal dan ini bisa membutuhkan waktu dari bulan sampai tahun untuk menyelesaikan sepenuhnya.

-Cultural and Religious Fears: Jika kalian termasuk dalam anggota dari kelompok keagamaan atau kebudayaan yang mengerutkan dahi pada hubungan seksual, maka ini juga dapat memicu adanya phobia, kenapa bisa seperti itu?  Ini dikarenakan phobia dapat berkembang ketika orang menjauhi tentang hubungan seksual. Akibatnya mereka akan selalu merasa bersalah, ragu pada sendiri karena mereka menganggap akan melanggur aturan keagamaan yang ada. Inilah yang akan meningkatkan resiko terjadinya phobia.

-Performance Anxiety: Bagi sebagian banyak orang, terutama orang-orang yang kurang memiliki pengalaman tentang hubungan seksual, akan terus memiliki rasa takut karena mereka berpikir bagaimana kalau mereka tidak akan mampu memuaskan pasangan. Meskipun ketakutan ini umumnya ringan dan hanya untuk membatasi diri, tapi ini juga bisa menjadi lebih parah. Dalam beberapa kasus, rasa cemas yang berlebihan juga dapat berkembang menjadi genophobia.

-Fear of Disease: Dalam dunia modern, itu akan hampir mustahil untuk tidak menyadari bahwa hubungan seksual akan membawa risiko untuk berbagai penyakit, termasuk HIV. Kebanyakan orang mampu dan berhasil dalam menyeimbangkan risiko ini, yaitu mereka menggunakan tindakan pencegahan seperti kondom, monogami dan melakukan STD pengujian untuk mengetahui risiko ke tingkat yang dapat diterima secara pribadi.

Jika kalian menderita dari nosophobia, hypochondriasis, cyberchondria, mysophobia atau gangguan lain yang terkait, imbalannya adalah kalian akan terhindar dari penyakit ini. Kalian mungkin akan merasa bahwa seks itu berbahaya dan kesempatan kalian untuk terinfeksi sangatlah kecil. Selain itu, beberapa orang juga akan merasa takut bahwa melakukan hubungan seksual sangatlah menyakitkan dan pada akhirnya mereka akan menjadi phobia.

-Medical Concerns: Sebenarnya ketakutan yang muncul dari keprihatinan medis tidak pernah dianggap sebagai phobia, ini dikarenakan tingkat ketakutan sebanding dengan situasi. Berbagai kondisi medis, dari disfungsi ereksi hingga beberapa gangguan jantung akan membuat aktivitas seksual menjadi lebih sulit bahkan tidak mungkin malahan juga dapat membahayakan diri sendiri.

Sikap hati-hati dan takut mungkin sangat wajar kalau kondisinya seperti ini. Namun, beberapa orang terlalu takut sehingga beresiko untuk mengembangkan phobia ini. Misalnya, jika dokter telah menyarankan untuk kembali ke kegiatan normal dalam berhubungan seksual , itu normal jika kalian merasa agak ragu karena kondisi kesehatan yang dialami.

Memutuskan untuk mengorbankan aktivitas seksual sama sekali akan membuat keadaan menjadi tidak seimbang dalam situasi tersebut. Selalu mengikuti saran dokter ketika menghadapi kondisi medis seperti ini dan mencari bantuan untuk mengatasi rasa takut yang tampaknya luar biasa berat atau lama.

Apa Saja Jenis Dari Genophobia?

4

Seks adalah bagian yang benar-benar alami dari suatu kehidupan dan tentunya ini juga sangat menyenangkan, tapi kita semua tahu bahwa hal itu dapat membuat kita menjadi stres apabila kita mengalami phobia pada hal yang berhubungan dengan hubungan seksual. Nah, ternyata guys genophobia ini memiliki berbagai jenis phobia yang sangat menakutkan. Berbagai jenis dari  phobia genophobia adalah:

-Eurotophobia (Takut terhadap sesuatu yang berbau seksual)

Sesuai dengan namanya, mungkin kalian bisa membayangkan jenis phobia macam apa ini. Eurotophobia adalah phobia takut terhadap segala sesuatu yang berbau seksual. Orang yang mengidap phobia ini akan merasa mual, pusing, jijik, bahkan histeris jika hanya membayangkan fantasi erotis, hubungan ιntιm, bahkan mereka juga termasuk kaum yang anti masturbasi.

Bagaimana mungkin bisa terjadi seperti ini? Banyak hal yang menyebabkan seseorang memiliki Eurotophobia, lagi-lagi faktor traumatis yang disinyalir memicu phobia ini. Beberapa pakar seksual terkadang menganjurkan hipnoterapi untuk mengatasi ketakutan yang mungkin tidak lazim dialami oleh pria.

-Coitophobia (Takut berhubungan intim)

Di antara semua jenis phobia yang menyangkut kehidupan sέksual, Coitophobia bisa jadi yang paling fatal dialami seseorang. Phobia ini adalah ketakutan untuk berhubungan ιntιm. Seseorang, baik pria maupun wanita yang mengalami phobia ini tidak menyadari bahwa hubungan sέksuάl merupakan kebutuhan biologis manusia dengan tujuan untuk meneruskan keturunan.

Faktor utama dari timbulnya phobia ini adalah trauma akibat kekerasan sέksual atau pemahaman yang sangat minim mengenai seks. Jika kalian termasuk orang dengan Coitophobia, ada baiknya kalian berkonsultasi dengan seksolog atau psikolog untuk mendapatkan pelatihan atau pengetahuan yang tepat mengenai seks.

-Ithyphallophobia ( Takut ketika melihat ereksi)

Phobia ini ditandai dengan rasa takut pada saat merasakan, memikirkan, bahkan menyaksikan penis kalian saat sedang ereksi. Kedengarannya mungkin aneh masa sama penis sendiri takut, namun phobia ini dikatakan sebagai pemicu utama gagalnya terjadi sebuah hubungan ιntιm.

Beberapa pria yang mengidapnya juga tidak dapat menjelaskan phobia ini secara logis. Hanya saja, saat merasakan έrέksi, timbul rasa bersalah yang begitu besar dan ketakutan untuk menyakiti lawan jenisnya. Phobia ini ternyata juga bisa dialami oleh wanita dengan nama Medorthophobia dan Phallophobia.

-Oneirogmophobia ( Takut sama mimpi basah)

Seorang pria saat memasuki usia puber pasti pernah mengalami mimpi basah. Mimpi basah adalah proses alamiah pengeluaran sperma yang distimulasi lewat mimpi. Seseorang dengan Oneirogmophobia begitu ketakutan saat tidur dirinya akan mengalami mimpi basah. Faktornya pun beragam, dari mulai takut kehabisan sperma, sampai perasaan tidak nyaman karena harus terbangun dengan cairan lengket di sekitar kemaluan. Apakah kalian pernah mengalaminya?

-Medomalacuphobia (Takut penis gak bisa perkasa ditengah jalan)

Berbeda dengan Ithyphallophobia, phobia yang satu ini justru kebalikannya. Medomalacuphobia adalah phobia karena takut kehilangan keperkasaan. Mungkin kalian tidak menyadari, tapi sebetulnya gejala phobia ini cukup sering dialami oleh pria. Jika sering merasa gugup saat berhubungan ιntιm, maka ketakutan yang timbul adalah kalian akan takut  kalau-kalau Mr. P akan lemas di tengah pertempuran.

Uniknya, antara ketakutan yang kalian pendam bersinergi dengan realita yang dihadapi. Makin gugup pikiran, penιs Kalian akan betul-betul layu sebelum waktunya. Waspadalah, hanya kemampuan untuk mengendalikan pikiran yang dapat mengatasi hal ini. Atur napas dan jangan buru-buru untuk menjebol gawang pasangan kalian.

-Gymnophobia (Takut melihat tubuh yang telanjang)

Boleh jadi, inilah salah satu phobia yang paling janggal dialami manusia. Orang-orang yang memiliki Gymnophobia takut untuk melihat tubuh yang telanjang, baik tubuhnya sendiri maupun pasangan. Beberapa pakar berpendapat phobia ini timbul akibat trauma yang begitu besar, terutama traumatis menyangkut pelecehan sέksuάl.

Jika kalian melihat gejala ini ada pada diri sendiri atau pasangan, satu sama lain harus bisa saling meyakinkan bahwa hubungan yang akan dilakukan adalah berdasarkan cinta. Kalian sebagai pria, harus bersikap melindungi saat menyentuh pasangan, begitu pun wanita, harus bersikap persuasif terhadap pria. Jadikan hubungan sέks sebagai seni memadu kasih, bukan pelecehan apalagi kekerasan.

-Tocophobia (Takut hamil dan melahirkan)

Ternyata wanita juga memiliki jenis phobia menyangkut kehidupan sέksualnya. Tocophobia merupakan salah jenis phobia yang dialami wanita dengan gejala takut terhadap kehamilan dan proses persalinan. Banyak faktor yang menimbulkan phobia ini, misalnya seorang wanita sama sekali tidak memikirkan bahwa dirinya suatu saat akan hamil dan melahirkan.

Yang terjadi kemudian adalah penolakan untuk memiliki anak sehingga berpengaruh buruk terhadap kehidupan rumah tangganya. Perlu diingat jika Tocophobia berbeda dengan baby blues syndrome atau depresi pasca melahirkan. Ketakutan pada Tocophobia lebih mengarah pada perubahan fisiologis wanita dan penderitaan yang dirasakan saat proses melahirkan tiba.

-Menophobia ( Takut sama darah menstruasi)

Takut akan darah atau biasa yang disebut juga Hemophobia mungkin dialami oleh banyak orang. Untuk Menophobia ini cenderung dialami oleh para wanita. Keduanya sama-sama takut akan darah, tapi bedanya Menophobia adalah takut dengan darah menstruάsi. Lagi-lagi faktor trauma dituding sebagai penyebab phobia ini.

Siapa tahu, wanita yang mengidap Menophobia pernah mengalami pendarahan hebat saat hubungan ιntιm pertamanya dan banyak faktor lain yang membuat timbulnya phobia ini. Tugas kalian adalah jika pasangan mempunyai Menophobia pahami keadaannya saat masa menstruasi tiba. Yakinkan bahwa itu adalah fase biologis wanita yang akan terus terjadi sampai masa suburnya lewat, jangan pernah kalian memaksa dirinya untuk melakukan hubungan ιntιm saat sedang menstruasi

 -Parthenophobia (Takut pada perawan)

Masih mengenai ketakutan terhadap wanita, Parthenophobia adalah ketakutan yang irasional terhadap perawan atau gadis yang masih belia. Sesuai namanya, Parthenophobia diambil dari nama Parthenon tempat kuil pemujaan Athena, dewi yang begitu diagungkan bangsa Yunani kuno.

Seseorang yang mengalami Parthenophobia akan merasakan ketakutan yang tidak lazim saat ada gadis belia atau perawan yang mendekati dirinya. Beberapa ahli menyebutkan jika Parthenophobia timbul akibat traumatis yang dialami seorang pria, entah menyangkut pelecehan sέksuάl yang dilakukan atau dia menjadi saksi atas terjadinya kekerasan seksual.

-Anuptaphobia (Takut diri melajang)

Mungkin phobia ini agak sedikit menyimpang dari urusan sέksual, namun berbahaya jika dibiarkan. Anuptaphobia adalah takut jika diri terus melajang. Kalian mungkin sering mendengar istilah ‘galau’, wajar jika ‘galau’ itu dialami karena Kalian baru putus dari pasangan. Phobia yang satu ini sepertinya mengarah pada ‘galau menahun’. Faktornya pun beragam, bisa jadi karena rasa tidak percaya diri yang begitu besar, sampai terjadilah trauma sakit hati sehingga sulit untuk menemukan pasangan yang sesuai  dengan keinginan.

-Kolopophobia (Takut dengan alat kelamin wanita)

Imbas dari pengaruh Eurotophobia tentu saja berkaitan dengan segala hal yang sifatnya merangsang secara seksual. Salah satunya adalah Kolopophobia, yaitu takut dengan alat kelamin wanita. Pria yang mengidap phobia ini akan merasakan ketakutan, rasa mual, pusing, bahkan menghindar jika sudah berhadapan dengan orgάn ιntιm wanita.

Tapi gak berarti kalau pria yang mengidap phobia ini penyuka sesama jenis ya, melainkan ia merasakan suatu penolakan yang luar biasa saat harus melakukan hubungan sέksuάl seperti pada umumnya. Kolopophobia akan menstimulasi otak untuk menjauhi organ ιntιm wanita, bisa jadi karena perasaan takut melukai atau karena ketidak nyamanan yang luar biasa dengan wujudnya.

-Heterophobia (Takut pada lawan jenis baik pria maupun wanita)

Percaya dirilah bagi kalian yang diberi label ‘playboy’ oleh orang-orang sekitar. Pasalnya, ada satu jenis phobia yang mungkin mimpi buruk bagi para pria. Heterophobia adalah phobia terhadap lawan jenis. Tak terkecuali pria, wanita pun bisa mengidap penyakit psikologis ini.

Tapi, jangan samakan Heterophobia dengan homoseksual (suka dengan sesama jenis), karena seorang yang mengalami phobia ini pun belum tentu suka dengan sesama jenis. Masih banyak penelitian yang membahas phobia ini menyangkut apa faktor dan bagaimana mengobatinya. Yang jelas, saat foreplay dimulai dan Mr. P siap meroket, Kalian wajib bernapas lega karena jaminan terbebas dari phobia ini.

Seperti Apa Sih Gejala Dari Genophobia?

5

Suatu tanda phobia pada diri seseorang sebenarnya sangat mudah untuk dikenali yaitu dari reaksi takut berlebihan yang diperlihatkannya ketika melihat objek atau menghadapi situasi tertentu. Selain rasa takut yang berlebihan, phobia ini juga bisa disertai dengan serangan panik yang biasanya akan ditandai dengan:

*Disorientasi atau kebingungan.
*Pusing dan rasa sakit kepala.
*Mual.
*Dada terasa sesak dan nyeri.
*Sesak napas.
*Detak jantung meningkat.
*Tubuh gemetar dan berkeringat.
*Telinga berdenging.
*Sensasi ingin selalu buang air kecil.
*Mulut terasa kering.
*Menangis terus-menerus dan takut ditinggal sendirian (terutama pada anak-anak).

Bagaimana harus mengatasi masalah phobia seksual?

Sebenarnya pengobatan dalam pengobatan phobia seksual ini sangatlah sederhana. Ini biasanya melibatkan hipnoterapi, konseling atau psikoterapi.

Akan tetapi, disini kita memiliki kualifikasi, praktisi yang terampil dalam mendalami ilmu ini. Tujuan kami adalah untuk mengungkap sesuatu yang terpendam, seperti tidak menyadari adanya hasrat seksual dalam diri yang bertabrakan dengan konflik. Kami akan menentukan tampilan yang unik dari hubungan seksual yang akan kalian lakukan dengan pasanganmu. Pada akhirnya ini akan sangat membantu kalian dalam mengubah konflik menjadi lebih menyadari tentang adanya hasrat tersebut.

Dengan kata lain, proses penyembuhannya adalah pada penyebab phobia seksualnya, bukan hanya pada gejalabya. (Pada umumnya melakukan pengobatan pada phobia seksual tidak hanya menggunakan terapi kognitif (CBT), karena ini juga harus difokuskan pada perilaku dan pikiran secara sadar, yang merupakan gejala dari kedua masalah.).

Cara lain seperti apa untuk megatasi genophobia ini?

Meskipun tidak ada cara cepat untuk mengatasi masalah psikologis, Kalian juga tidak diperbolehkan mengobatinya dengan cara terapi yang sulit bahkan. melelahkan. Cara sebenarnya adalah dengan mengeksplorasi berbagi perasaan seperti, kenangan masa kecil, pengalaman, mimpi dan fantasi seksual dan biasanya ini akan dilakukan melalui:

Hipnoterapi melibatkan rasa aman saat memasuki keyakinan bawah sadar untuk mencari hambatan dari phobia seksual ini. (Catatan bahwa itu tidak cepat memperbaiki; ini hanya berfungsi bila dikombinasikan dengan metode lain seperti konseling.)

Konseling adalah terapi bicara jangka pendek di mana kalian akan diajak berbicara tentang hal-hal yang secara sadar menyadarinya dan kami akan memberikan strategi dan bantuan dari banyak gejala. (Kalian juga dapat melakukannya secara online jika kalian merasa tidak nyaman berbicara face-to-face.)

Psikoterapi yang satu ini akan melibatkan berbicara tentang kenangan kalian ketika masih diusia yang masih kecil, mimpi, lamunan dan fantasi seksual. Ini adalah semua tentang belajar tentang keinginan mendalam, tak sadarkan diri dan merangkai mode kenikmatan yang kalian sukai.
Tergantung pada preferensi pribadi dan situasi unik pada dirimu, Biasanya ini akan menggunakan Neuro-Linguistic Programming (NLP), terapi perilaku kognitif (CBT), seni terapi, psikoterapi, penyuluhan, pasangan konseling dan psikoanalisis.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses penyembuhannya?

Keadaan psikologis setiap orang berbeda meskipun mereka mengalami kondisi yang sama. Penyebab dan keparahan dari phobia yang kalian alami mungkin agak sulit bagi kalian untuk menerimanya, sehingga proses pengobatan dan jangka waktu juga akan membutuhkan waktu yang tergantung pada diri kalian sendiri. Ada beberapa orang yang hanya membutuhkan waktu beberapa minggu, beberapa bulan dan ada juga yang membutuhkan proses hingga bertahun-tahun.

Apa yang akan saya rasakan ketika berhasil dalam melewatinya?

Setelah kalian telah berhasil dalam mengatasi phobia seksual yang selama ini selalu menghantui, Perasaan yang pertama kali akan kalian rasakan adalah seperti baru dilahirkan kembali dan tentunya dengan keadaan… normal. Ketika kalian berpikir tentang seks, kalian akan merasa dibebaskan dan kalian akan merasa terbebas dari rasa malu. Dan ketika pasanganmu mencoba untuk mengajakmu untuk melakukan hubungan intim kalian tidak akan merasa cemas dan takur lagi.

Akhirnya, kalian akan bisa bersantai dan membiarkan dirimu dalam menikmati setiap sentuhan seks, sensualitas dan segala sesuatu yang mengelilinginya. Untuk berbagi malam romantis, kalian bisa memesan sesuatu yang sedikit nakal, seperti membeli dan menikmati sexy lingerie dan mainan seks yang menyenangkan sehingga kalian bisa berekperimen tentang seks.

Dengan kata lain, kehidupan seks kalian akan diliputi dengan kegembiraan keintiman dan tidak akan dibatasi oleh ketakutan yang selama ini mengikutimu, tetapi sebaliknya yang akan membatasinya hanyalah imajinasimu.

Apakah kesembuhan ini bersifat permanen?

Tidak ada yang pasti dalam penyembuhan secara psikoterapi, tetapi ini akan menjadi lebih efektif jika kalian menghilangkan apa yang menyebabkan menjadi phobia seksual kalian, ini akan membuat semakin besar kemungkinan untuk pemulihan secara permanen.

Dengan siapakah saya melakukan proses penyembuhan?

Ada tiga terapis yang akan membantu kalian dalam melewati masa-masa sulit ini yang terdiri dari konselor, hypnotherapists dan psikoanalis staf. Pemeriksaan akan dilakukan secara bergilir sampai para ahli terapi tahu lebih banyak tentangmu dan situasi yang kalian hadapi dan itulah sebabnya kita tidak tahu dengan siapa yang akan membantu kalian.

Tapi yakinlah, mereka semua profesional berkualitas, berpengalaman dan itu adalah sebuah lingkungan yang benar-benar tidak menghakimi. Ditambah they’re semua orang yang sangat ramah, penuh kasih dan penuh pengertian.

Bagaimana jika saya tidak nyaman membicarakan hal ini?

Banyak orang yang merasa tidak nyaman jika membicarakan tentang seks. Terutama dengan orang yang memiliki masalah dengan phobia seksual. Itu adalah perasaan yang benar-benar alami.

Untungnya, kalian akan dapat mengatasi phobia seksual kalian, jika kalian berani dalam mengambil satu langkah pada satu waktu. Langkah pertama adalah kalian harus berani membicarakannya dengan ahli terapai, maka mereka akan mudah untuk mengidentifikasi pengobatan awal yang akan kalian lalui dan yang paling efektif untuk situasi khusus seperti ini.

Sering jawabannya adalah hipnoterapi. Ini adalah cara yang sangat mudah dan non-konfrontatif untuk mulai memeriksa driver Anda. (Pada kenyataannya, Anda dapat bahkan mulai melakukannya di rumah, sendiri, dengan bantuan kami seksual fobia hipnoterapi audio download.)

Hypnotherapy adalah hanya satu pilihan, meskipun. Itu adalah cara yang baik untuk memudahkan dalam proses terapi, tetapi itu tidak akan mengatasi fobia seksual Anda sendiri. Ini hanya bekerja dalam kombinasi dengan metode lain seperti konseling.

Seperti apa langkah pertama itu?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas setiap kondisi seseorang itu berbeda-beda, sehingga proses pengobatan yang dilakukan untukmu juga sangat unik. Langkah pertama kalian dalam melakukan pengobatan harus jelas, jika kalian masih merasa malu kalian bisa menghubungi ahli terapi kalian dengan menggunakan chatting rahasia. Para ahli terapi kalian kemudian akan berada di posisi yang lebih baik untuk merekomendasikan kombinasi pengobatan yang paling efektif dari terapi untuk kalian lewati sampai menuju tahap pengobatan selanjutnya.

Yah, itulah tadi penjelasan mengenai genophobia atau phobia seksual yang tentunya akan sangat mengganggu bagi mereka yang mengalaminya. Untuk itu, tetaplah waspada dengan keadaan sekitar agar kalian tidak mengalami trauma yang berujung menjadi phobia seksual.