1

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kontrasepsi

Seperti yang kita tahu di zaman yang sudah semakin modren ini, kebanyakan orang akan disibukkan dengan pekerjaan. Baik itu pada orang yang masih lajang ataupun yang sudah menikah. Akibat terlalu sibuk mencari uang terkadang seseorang yang sudah menikah lebih memilih untuk menunda masa kehamilan.

Beberapa pasangan menunda kehamilan mereka dengan menggunakan apa yang sering kita sebut dengan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi ini memiliki banyak jenis dan inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kontrasepsi?

2

 

Pengaturan kelahiran, yang dikenal pula sebagai kontrasepsi dan pengaturan fertilitas, merupakan metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Perencanaan, pembekalan dan penggunaan kontrasepsi disebut keluarga berencana.

Seks aman, seperti penggunaan kondom wanita atau pria juga dapat membantu mencegah infeksimenular seksual dan kehamilan.Metode pengaturan kelahiran telah digunakan sejak zaman dahulu, tetapi metode yang efektif dan aman baru tersedia pada abad ke 20.Pada beberapa kebudayaan akses pada kontrasepsi dibatasi karena dianggap tidak seesuai baik secara moral maupun politik.

Beberapa Metode Dalam Kontrasepsi

  1. Metode kontrasepsi yang paling efektif adalah sterilisasi dengan vasektomi pada pria dan pengikatan tuba/saluran falopii pada wanita, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) dan kontrasepsi implan (susuk KB). Ini disusul dengan sejumlah kontrasepsi hormonal termasuk pil oral, koyo, cincin vagina dan suntik.
  2. Metode yang kurang efektif termasuk barier seperti kondom, diafragma dan sponge kontrasepsi serta metode keluarga berencana alamiahs. Metode yang kurang efektif yaitu spermisida dan sanggama terputus oleh pria sebelum ejakulasi. Sterilisasi, walaupun sangat efektif biasanya tidak reversibel; semua metode lain bersifat reversibel, sebagian besar segera setelah dihentikan. Kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan dalam beberapa hari setelah hubungan seks tanpa perlindungan. Ada yang menganggap pantang berhubungan seks sebagai kontrasepsi, tetapi pendidikan seks yang hanya mengandalkan pantang dapat meningkatkan kehamilan di usia remaja jika tidak disertai pendidikan kontrasepsi.

Pentingnya Kontrasepsi Pada Remaja

Pada masa remaja, kehamilan mempunyai risiko lebih besar berakhir buruk. Pendidikan seks yang komprehensif dan akses pada kontrasepsi dapat menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan pada kelompok usia ini. Walaupun semua bentuk kontrasepsi dapat digunakan oleh orang muda, metode kontrasepsi reversibel jangka panjang seperti implan, AKDR/IUD, atau cincin vagina secara khusus bermanfaat dalam menurunkan tingkat kehamilan remaja.

Kontrasepsi Untuk Wanita Yang Sudah Melahirkan

Setelah melahirkan, wanita yang tidak menyusui secara eksklusif dapat hamil lagi dalam empat hingga enam minggu. Beberapa metode kontrasepsi dapat dimulai segera setelah melahirkan, tetapi yang lain perlu ditunda hingga enam bulan. Bagi yang menyusui secara eksklusif metode progestin lebih dipilih dibandingkan dengan kontrasepsi oral kombinasi. Bagi yang telah mencapai menopause disarankan untuk meneruskan kontrasepsi hingga setahun setelah menstruasi terakhir.

Pentingnya Menggunakan Kontrasepsi

Terdapat sekitar 222 jutaan wanita yang ingin menghindari kehamilan di negara berkembang yang tidak menggunakan metode kontrasepsi modern. Penggunaan kontrasepsi di negara berkembang telah menurunkan angka kematian ibu sebesar 40% (sekitar 270.000 kematian pada 2008 dapat dicegah) dan dapat mencegah hingga 70% jika seluruh kebutuhan kontrasepsi terpenuhi.

Dengan memperpanjang waktu antara kehamilan, kontrasepsi dapat meningkatkan keberhasilan proses melahirkan pada wanita dewasa serta kelangsungan hidup anak-anak mereka. Bagi wanita di negara berkembang, penghasilan, aset, berat badan dan tingkat pendidikan serta kesehatan anak-anak mereka akan meningkat sejajar dengan peningkatan akses pada kontrasepsi.

Kontrasepsi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena lebih sedikit beban anak, lebih banyak wanita berpartisipasi sebagai tenaga kerja dan berkurangnya konsumsi sumber daya yang terbatas.

Jenis Dari Penggunaan Alat Kontrasepsi

Kalau tadi kita sudah mengetahui sekilas tentang alat kontrasepsi. Berikut ini adalah beberapa jenis dari alat kontrasepsi.

Cara alami

3

Keluarga berencana secara alami dilakukan dengan menghindari hubungan seksual saat wanita sedang dalam masa paling subur. Mendeteksi masa subur dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perhitungan kalender, memeriksa suhu tubuh, serta perubahan cairan vagina.

Kelebihan: tidak butuh biaya, alat, maupun obat apa pun.

Kekurangan:

  • Membatasi hubungan seksual yang dilakukan secara spontan.
  • Kesalahan perhitungan dapat mengakibatkan seperempat orang yang menerapkan cara ini mengalami kehamilan.

Pil KB

1

Merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan dan mengandung hormon progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi. Pil ini dikenal dalam dua jenis utama, dari yang mengandung progesteron saja dan pil kombinasi.

Kelebihan:

  • Sangat efektif. Tingkat kegagalan hanya 8%.
  • Melancarkan haid dan mengurangi kram saat haid, dapat juga menghentikan haid, tergantung jenisnya.

Kekurangan:

  • Tidak melindungi pengguna dari penyakit menular seksual.
  • Dapat mendatangkan risiko seperti meningkatnya tekanan darah, pembekuan darah, bercak darah dan payudara mengeras.
  • Beberapa wanita dianjurkan tidak mengonsumsi pil KB, misalnya: yang memiliki riwayat penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, gangguan hati, kanker payudara atau rahim, migrain, hingga tekanan darah tinggi.

Kondom pria

6

Kondom pria mencegah kehamilan dengan menghalangi masuknya sperma ke dalam tubuh wanita.

Kelebihan:

  • Tidak mahal.
  • Melindungi pengguna dari sebagian besar penyakit menular seksual.
  • Mudah didapatkan.

Kekurangan:

  • Tingkat kegagalan mencapai 15%, terutama jika kondom tidak digunakan dengan tepat.
  • Sekali pakai.

Suntik KB

4

Terdapat dua jenis suntik KB. Suntik KB yang bekerja selama tiga bulan untuk mencegah kehamilan dan suntik KB yang bekerja selama 1 bulan.

Kelebihan: Lebih efektif dan praktis dari pil KB, dengan tingkat kegagalan 3%. Jika digunakan dengan benar, tingkat kegagalan pada suntik KB 1 bulan lebih rendah yaitu kurang dari 1%.

Kekurangan:

  • Relatif mahal.
  • Suntik KB bulanan perlu memerlukan waktu kunjungan rutin per bulan ke dokter atau bidan.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan efek samping seperti bercak darah.
  • Beberapa wanita tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi ini dalam beberapa kondisi, misalnya: memiliki riwayat migrain, diabetes, sirosis hati, maupun stroke dan serangan jantung. Selain itu, tidak disarankan juga untuk wanita yang ingin mempertahankan haid secara rutin.

Implan

8

Kontrasepsi ini berupa benda kecil dan berbentuk seperti batang korek api yang dimasukkan ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan bagian atas. Implan ini secara perlahan mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Kelebihan:

  • Sangat efektif dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%.
  • Dapat bertahan hingga 3 tahun.

Kekurangan:

  • Relatif mahal.
  • Dapat menyebabkan efek samping seperti haid tidak teratur.
  • Dapat menyebabkan memar dan bengkak di awal pemasangan.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

IUD

56

IUD adalah singkatan dari intrauterine device. IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada dua jenis utama IUD:

IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, dapat bertahan hingga 10 tahun.
IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, perlu diganti tiap 5 tahun sekali.

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan perawatan rumit.
  • Tahan lama.

Kekurangan:

  • -ParaGard dapat menyebabkan haid tidak lancar.
  • Dapat lepas.
  • Dapat menyebabkan efek samping.
  • Biaya mahal di awal.

Kondom wanita

5

Kondom wanita berbentuk plastik yang menyelubungi vagina. Terdapat cincin plastik di ujungnya yang berperan untuk menyesuaikan posisi. Kondom wanita ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria.

Kelebihan:

  • Memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual.
  • Menjaga suhu tubuh lebih baik dibanding kondom pria.

Kekurangan:

  • Kurang efektif dibanding kondom pria.
  • Dapat menimbulkan bunyi yang mengganggu.
  • Sekali pakai.
  • Tingkat kegagalan 21%.

Spermisida

54

Spermisida adalah produk yang diaplikasikan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Produk yang berbentuk jeli, krim, membran, atau pun busa ini mengandung bahan kimia yang dapat membunuh sperma.

Kelebihan: tidak mahal dan mudah digunakan.

Kekurangan:

  • Beberapa jenis perlu diaplikasikan 30 menit sebelum berhubungan seksual.
  • Jika terlalu sering digunakan, dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi penyakit seksual menular.
  • Umumnya perlu digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain.
  • Tingkat kegagalan sekitar 29%.

Diafragma

78

Diafragma terbuat dari karet berbentuk kubah yang ditempatkan pada mulut rahim sebelum berhubungan seksual. Biasanya digunakan bersama dengan spermisida.

Kelebihan: tidak mahal.

Kekurangan:

  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Tingkat kegagalan 16%, terutama jika tidak dikenakan dengan tepat.
  • Pemasangan harus dilakukan oleh dokter.
  • Harus dilepas saat haid.

Cervical Cap

45

Berbentuk seperti diafragma, tapi dengan ukuran lebih kecil. Alat yang digunakan bersama dengan spermisida ini ditempatkan untuk menutup jalan masuk ke rahim.

Kelebihan: tidak mahal dan dapat digunakan hingga 2 hari.

Kekurangan:

  • -Tingkat kegagalan 30% pada wanita yang sudah memiliki anak dan 15% bagi yang belum memiliki anak.
  • Pemasangan harus dilakukan oleh dokter.
  • Harus dilepas saat haid.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Koyo Ortho Evra

456

Koyo ini ditempelkan pada kulit dan diganti seminggu sekali selama tiga minggu. Koyo harus dilepas pada minggu keempat. Koyo bekerja dengan melepaskan hormon yang sama efektifnya dengan yang terdapat dalam pil KB.

Kelebihan:

  • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil.
  • Melancarkan haid dan meminimalkan kram saat haid.

Kekurangan:

  • Relatif mahal.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan efek samping yang serupa dengan efek samping pil KB.

Cincin vagina

123

Cincin vagina atau NuvaRing berupa cincin plastik yang digunakan di dalam vagina. Cincin plastik ini berfungsi melepaskan hormon yang sama seperti pil KB.

Kelebihan:

  • Hanya perlu diganti sebulan sekali.
  • Melancarkan haid.

Kekurangan:

  • Relatif mahal.
  • Dapat menyebabkan iritasi dan efek samping.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Penarikan

Kehamilan dapat dicegah secara alami dengan menarik penis keluar sebelum terjadi ejakulasi.

Kelebihan:

  • Tidak membutuhkan biaya, alat, ataupun hormon.
  • Tingkat kegagalan 4%.

Kekurangan:

  • Kadang tidak dapat dilakukan dengan tepat.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Menggunakan Alat Kontrasepsi.

Ketika para pasangan telah menggunakan alat kontrasepsi kerap sekali mereka melakukan kesalahan sehingga akhirnya menjadi masalah untuk diri mereka sendiri. Berikut ini kesalahan yang kerap terjadi.

1. Menganggap semua alat kontrasepsi sama saja

Satu kesalahan yang paling umum dilakukan adalah memukul rata efektivitas semua alat KB yang ada dan terlalu berharap lebih pada kemanjuran alat kontrasepsi yang dipilih. Padahal, beda alat kontrasepsi yang kalian pakai, beda pula keampuhannya untuk mencegah kehamilan.

Misalnya begini: Bila digunakan secara konsisten dan benar, kemanjuran kondom untuk mencegah kehamilan bisa mencapai 98 persen. Sementara itu, apabila pil KB diminum rutin dan tepat waktu, efektivitasnya dilaporkan mencapai 99 persen. KB spiral tembaga bisa mencegah kehamilan hingga 10 tahun lamanya. Sementara vasektomi dan tubektomi termasuk KB steril yang efeknya permanen dan sulit dibalikkan.

Di sisi lain, kontrasepsi alami seperti ejakulasi di luar (27 kehamilan dari 100 pasangan setiap tahun) dan sistem kalender (25 kehamilan dari 100 pasangan setiap tahun) termasuk metode yang kurang efektif namun paling favorit digunakan.

2. Tidak pakai kondom karena sudah pakai KB lain, atau sebaliknya

Sebetulnya, keputusan untuk pakai kondom kalau sudah minum pil KB (atau sebaliknya) ada di tangan kalian sendiri. Yang perlu dicatat di sini adalah, kelalaian minum pil KB atau cara pakai kondom yang salah adalah hal yang lumrah terjadi. Inilah yang bisa menurunkan efektivitas keduanya untuk mencegah kehamilan.

Jika kalian benar-benar ingin jaminan mencegah kehamilan, tidak ada salahnya untuk menggunakan keduanya sekaligus. Tetaplah rutin minum pil KB, mendapatkan suntik KB atau pakai koyo di keseharian kalian sembari memakai kondom saat berhubungan seks.

Terlebih, kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa membantu mencegah penyakit menular seksual (IMS).

3. Lupa minum pil KB

Jika digunakan secara sempurna sesuai aturan pakai dan diminum teratur di waktu yang sama tanpa pernah terlewat sekalipun, efektivitas pil KB bisa mencapai 99 persen. Salah cara pakai, terlambat atau bahkan lupa minum dosisnya bisa menurunkan efektivitas obat hingga 92 persen.

Segera minum dosis yang tertinggal begitu ingat. Bahkan jika ini berarti minum dua pil dalam satu hari, asalkan tidak lebih dari 12 jam di hari yang sama. Seterusnya, lanjutkan minum dosis seperti biasa. Kalian perlu menggunakan kondom ketika berhubungan seks jika sudah ketinggalan dosis pil lebih dari 2 hari.

4. Tidak menempelkan Koyo KB dengan benar

Cara kerja koyo KB mirip dengan pil KB, yaitu dengan melepaskan estrogen untuk mencegah tubuh memproduksi sel telur. Koyo KB ini harus ditempelkan dengan benar, misalnya di lengan atas, perut atau bokong.

Penempatan koyo KB yang tidak benar, misalnya saat kulit lembap atau bahkan basah, dapat menurunkan tingkat efektivitasnya. Maka dari itu, tempatkan koyo KB pada kulit yang bersih dan kering. Lepaskan pada minggu keempat setelah pemasangan, untuk diganti dengan yang baru.

5. Menjalani pengobatan lain yang bisa memengaruhi efektivitas alat kontrasepsi

Jika kalian dalam tahap menjalani pengobatan tertentu, pastikan dokter yang menangani kaliantahu bahwa kalian sedang pakai KB. Beberapa jenis obat dapat mengubah cara kerja hormon dari pil KB atau koyo sehingga meningkatkan risiko terhadap kehamilan dan efek samping lainnya. Misalnya saja:

-Antibiotik tertentu, seperti rifampin.
-Obat herbal tertentu.
-Obat antiepilepsi tertentu seperti carbamazepine.
-Terapi ARV yang khusus digunakan untuk mengobati HIV, seperti ritonavir.
-Dokter mungkin dapat mengubah jenis obatnya untuk meminimalisir risiko efek sampingnya.

6. Sembarangan menggunakan lubrikan atau pelumas

Menggunakan pelumas memang dapat membantu menambah kenikmatan saat bercinta. Meski begitu, kalian juga harus memperhatikan jenis pelumas seks yang kalian pakai. Jika kalian menggunakan pelumas yang berbahan dasar minyak saat sedang pakai kondom lateks, ini akan merisikokan kondom sobek sehingga peluang kehamilan pun meningkat. Oleh karena itu, pilihlah pelumas yang berbahan dasar air atau silikon yang lebih aman untuk semua jenis kondom.

7. Tidak mempersiapkan kontrasepsi darurat

Tidak ada alat kontrasepsi yang efektif 100 persen mencegah kehamilan. Belum lagi ditambah dengan kekeliruan cara pakai atau pemakaian yang terlambat sehingga risiko kehamilan pun makin meningkat.

Untuk mengantisipasi kondom sobek atau lupa minum pil KB, kalian bisa berjaga-jaga dengan menyiapkan KB darurat alias morning-after pill. Pil KB darurat adalah kontrasepsi oral nonresep yang mudah didapat.

Kalian perlu meminumnya sesegera mungkin setelah berhubungan seks tanpa kondom. Jika  mengonsumsi pil dalam waktu 1 x 72 jam setelahnya, pil KB darurat dapat mengurangi risiko kehamilan hingga 89 persen. Jika kalian meminum kontrasepsi darurat dalam waktu 24 jam setelah berhubungan seks, efektivitasnya melonjak hingga 95%. Namun seperti namanya, pil KB darurat bukanlah bentuk pencegahan kehamilan yang utama.

8. Merokok saat masih minum pil KB

Merokok saat rutin minum pil KB dapat melipatgandakan risiko kehamilan, khususnya bagi wanita yang berusia 35 tahun ke atas. Selain itu, ada juga efek samping lainnya dari kebiasaan buruk ini, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, pembekuan darah dan penyakit serius lainnya.

Maka, sebaiknya kalian menghentikan kebiasaan merokok bila memilih untuk minum pil KB. Bila kalian tidak bisa berhenti merokok, baiknya memilih alat kontrasepsi lainnya.

9. Berhenti pakai alat kontrasepsi karena tidak tahan efek samping

Selain kondom, beberapa alat kontrasepsi memang dapat menyebabkan efek samping yang bikin tidak nyaman. Misalnya saja pil KB yang dapat membuat pusing, mual, hingga menstruasi yang keluar banyak. Efek samping koyo KB dapat menyebabkan iritasi kulit. Spiral IUD dapat menyebabkan kram perut dan meningkatkan risiko penyakit radang panggul.

Oleh karena itu, kalian tidak bisa sembarangan berhenti menggunakan alat kontrasepsi hanya karena tidak siap dengan efek sampingnya. Justru ini akan meningkatkan risiko tidak hanya terhadap kehamilan, namun juga efek samping lainnya. Ada baiknya diskusikan dulu mengenai pilihan metode KB dengan dokter agar lebih siap dengan efek samping yang mungkin akan timbul.

10. Tidak berkonsultasi dengan dokter tentang alat kontrasepsi permanen

Bila kalian merasa khawatir jika membuat kesalahan dengan alat kontrasepsi, baiknya  mempertimbangkan apakah kalian memang siap untuk beralih ke alat kontrasepsi yang lain. Misalnya, bila kalian sudah sangat yakin tidak ingin menambah momongan, pilihlah metode kontrasepsi permanen seperti ligasi tuba atau tubektomi untuk perempuan atau vasektomi untuk pria. Setelah tiga bulan pasca operasi, kalian tidak perlu khawatir lagi untuk berhubungan seks maupun terhadap efek samping yang ditimbulkan.

Nah, itulah beberapa hal yang harus kalian ketahui ketika menggunakan alat kontrasepsi ini. Jadi jangan sampai salah pilih alat kontrasepsi ya. Pilihlah sesuai dengan anjuran dokter.