kedewasaan

Sudah Cukup Umur Tapi Tidak Dewasa? Kenali Dulu Penyebabnya

Manja atau masih memiliki sifat kekanak-kanakan ketika dewasa apakah itu hal yang wajar? Bagi sebagian orang mungkin ada yang masih memiliki sifat yang seperti ini. Seseorang yang manja biasanya selalu menuntut perhatian lebih dan menuntut agar segala kebutuhan/keinginannya terpenuhi. Bila dalam kelompok teman sebaya, orang seperti ini selalu ingin diperhatikan karena di rumah sudah terbiasa diperhatikan orang tuanya. Nah, seperti apa lagi orang yang memiliki sifat manja dan tidak bisa menjadi dewasa? Yuk. cari tahu disini.

Seperti Apa Sifat Orang Yang Tidak Dewasa Itu?

Kemanjaan dalam banyak kasus muncul akibat perhatian dan kasih sayang orang tua yang berlebihan. Bahkan, kasih sayang yang diberikan kepada anak seringkali mengalahkan kasih sayang dan cinta kepada suami atau istri. Dalam hal ini biasanya ibu cenderung memanjakan anaknya ketimbang suaminya.

 

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka sifat manja ini akan mereka bawa hingga dewasa dan inilah yang dapat membuat mereka menjadi tidak dewasa. Usia yang matang atau sudah memiliki keluarga bukan merupakan acuan dari kedewasaan. Sifat kedewasaan hanya bisa didapatkan dari pengalaman hidup. Jika seseorang tidak atau belum memiliki sifat kedewasaan maka dirinya menjadi pribadi yang kekanak-kanakan yang terkadang kita tidak sadari kecuali dari penilaian orang di sekitar kita.

Cara merubah sifat menjadi dewasa bukanlah hal yang sulit dilakukan tetapi jiwa anak-anak tentu sangat sulit dihilangkan karena itu sudah menjadi sifat alami manusia untuk bisa mendapatkan kesenangan. Jika kita tidak memilikinya kita akan melihat dunia dengan mata yang membosankan yang selalu memikirkan hal-hal yang justru membuat kita stress.

Sifat anak-anak ini yang akan menyeimbangkan kehidupan kita karena selalu menginginkan kesenangan. Namun ada beberapa tindakan kekanak-kanakan yang justru membuat pribadi kita tidak terlalu disukai dan orang-orang disekitar kita akan menjadi risih.

Penyebab Seseorang Tidak Dewasa

Bila kejadian ini hanya dilakukan oleh satu atau dua orang, mungkin saja dapat dianggap sebagai kelainan jiwa atau semacam itu. Namun mengingat cukup banyak terjadinya penyimpangan prilaku dari orang orang yang seharusnya sudah harus bersikap dewasa, namun ternyata masih berjiwa labil, seperti anak anak muda maka ini masih dapat dimaklumi.

Hal-hal yang Menjadi Penyebabnya, antara lain:

-Masa kecil yang tidak bahagia.
-Adanya hal yang membuat dirinya trauma.
-Melakukan aksi aksi sebagai ungkapan balas dendam masa kecil yang tidak bahagia.

Penyebab Lainnya adalah:

Distorsi kejiwaan ,sehingga yakin bahwa:

-Dirinya sudah paling benar.
-Merasa segala tutur kata dan prilakunya adalah sudah tepat.
-Karena merasa bahwa kedudukannya tak akan tergantikan.
-Merasa sebagai orang penting, boleh dan sah sah berbuat semaunya.
-Tidak mau belajar dari peristiwa hidup karena merasa bahwa hal itu tidak penting.

Pengaruh Lingkungan

Pengaruh lingkungan dimana ia dibesarkan dan dimana sebagian besar menghabiskan masa masa hidup seseorang, sudah jelas ikut berpengaruh, membentuk kepribadian seseorang. Sudah seharusnya semakin bertambahnya usia, maka semakin lebih mantap dan lebih baik dalam segala hal.

Walaupun hitungan usia tidak menjamin kedewasaan seseorang tumbuh dan berkembang. Namun, setidaknya bila usia hidupnya sudah menginjak usia ke 30 an dan lebih bahkan beranjak tua, pasti pengalaman mempunyai pengaruh terhadap sikap mental dan cara bertindaknya.

Seluruh pengalaman pengalaman hidupnya, ditambah dengan belajar dari pengalaman hidup orang lain, seharusnya bermetaforsis, menjelmakan dirinya menjadi manusia yang arif dan bijaksana. Yang mampu menjadikan dirinya mengadaptasikan ketiga unsur kekuatan yang ada dalam diri seorang manusia, yakni kemampuan intelektual, kemampuan emosional dan kemampuan spiritual.

Ciri-ciri Mereka Yang Tidak Dewasa

Menjadi seseorang yang dewasa bukanlah hal yang sulit, semua tergantung pada keinginan hati masing-masing. Wanita dan pria memiliki sifat yang berbeda. Oleh karena itu, disini mimin akan membedakan ciri-ciri wanita dan pria yang tidak dewasa.

Ciri-ciri wanita yang tidak dewasa:

Tidak tenang

Seperti yang sudah mimin katakan tadi bahwa umur tidak selalu menjamin kedewasaan seseorang, termasuk wanita. Terkadang wanita berusia muda tapi cara berpikir dan bertindaknya sangat dewasa. Namun ada juga wanita yang usia matang tapi sikapnya tidak dewasa. Jadi jelas, sikap tenang dan dewasa tidak selalu identik dengan usia yang matang. Semua kembali kepada kepribadian dan pengaruh lingkungan.

Suka mengomel

Memang umumnya wanita suka mengomel, tapi tentu dengan alasan atau persoalan yang jelas. Namun wanita yang beripikiran dan bersikap tidak dewasa akan selalu mengeluhkan hidupnya atau hubungan cinta dengan kekasihnya. Sekecil apapun masalah pasti ada komentar, omelan. Wanita yang belum dewasa cenderung tidak mensyukuri apa yang terjadi dalam hidupnya, selalu merasa ada yang kurang.

Tidak berpikir jernih

Wanita yang belum dewasa selalu mengeluh dan bahkan merasa risih jika dihadapkan pada keadaan untuk membuat suatu keputusan. Si dia yang tidak dewasa jarang berusaha untuk berpikir lebih jernih, berusaha lebih tenang menyikapi situasi atau keadaan tertentu. Dan jika harus mengambil keputusan dia hanya akan memikirkan kebaikan untuk dirinya sendiri, mengabaikan kepentingan banyak orang, termasuk pasanganya.

Mengabaikan prestasi

Wanita yang belum dewasa cenderung akan menyia-nyiakan masa muda atau masa usia produktifnya. Wanita seperti ini tidak pernah fokus pada tujuan hidupnya apalagi soal mengejar prestasi. Si dia cenderung mengabaikanya karena tidak bisa memilah persoalan-persoalan yang ada sehingga membuat rencana hidupnya terbengkalai dan tidak teratur. Semuanya berantakan dan butuh pendekatan dan pengertian dari para pria.

Selalu mengumbar di media sosial

Para psikolog menyarankan kita sebaiknya menghindari postingan kemesraan bersama pasangan di media sosial. Ini akan memengaruhi siapa saja jika terlalu sering pamer. Apalagi mengungkapkan kegalauan dan kegilaan di media sosial.

Memang kurang etis jika semua orang tau apa yang sedang terjadi dengan hubungan kita. Jika wanita idaman kalian sering mengumbar hal-hal buruk di media sosial maka dia adalah wanita yang belum dewasa dalam bersikap. Solusinya adalah sabar dan terus mengingatkanya untuk tidak mengulangi.

Ciri-ciri pria tidak dewasa:

Merespon hanya ketika dipaksa

Pria yang belum dewasa adalah pria yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi diktator, melainkan pemimpin.

Egois dan Mau Menangnya Sendiri

Pria yang kekanak-kanakan juga egois dan mau menangnya sendiri. Dia paling tidak suka disalahkan (walaupun sudah jelas itu adalah salahnya). Dia biasanya tidak peduli perasaan orang lain atau pasangannya, yang penting dia bahagia dan mendapat apa yang dia mau.

Sensual

Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan pria dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Tetapi saat ini, kebanyakan pria dewasa mirip seperti seorang anak kecil, mereka lebih suka bertindak dahulu baru berpikir, kemudian merasakan penyesalan atas tindakannya itu. Makanya jangan sampai seperti itu ya.

Hidupnya hanya diisi untuk bersenang-senang

Hampir 24 jam hidupnya hanya diisi untuk bersenang-senang. Dalam kepalanya, nikmati hidup sebebas mungkin dan sebanyak-banyaknya. Pria ini tidak peduli jika uang bersenang-senang itu dan uang yang dihamburkan adalah uang orang tua (atau ‘morotin’ pacarnya), yang penting dia happy dan tidak mau pusing memikirkan hidup dengan cara yang lebih serius.

Tidak Memikirkan Masa Depan

Bagi pria yang masih kekanak-kanakan, dia hanya hidup untuk hari ini. Bagaimana urusan masa depan dan seterusnya, dia tidak peduli. Hal ini tentu gawat jika kelak dia akan menikah dan menjadi ayah, karena pria harus memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk masa depan dirinya, istrinya dan anak-anaknya kelak.

Sering Melanggar Peraturan

Pria yang tidak dewasa juga sering melanggar peraturan, apapun itu. Biasanya dia berprinsip bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Maka jangan heran jika dia masih suka ngebut di jalan raya, merokok di dalam rumah sakit atau bahkan menerobos lampu merah hanya karena buru-buru.

Tidak Bertanggung Jawab

Dengan ketidakmampuannya memilah masalah dan kemalasan untuk bertanggung jawab, pria yang kekanakan sangat sering lari dari masalah. Hal ini tentu sangat menyulitkan dan membebani pasangannya. Seorang pria harus kuat menghadapi hidup dan bertanggung jawab pada semua keputusannya, bukan lari. Betul… Betul…Betul

Lalu Bagaimana Seseorang Bisa Menjadi Dewasa?

Beragam alasan diutarakan oleh mereka yang belum menjadi dewasa. Ada yang memang tidak tahu caranya, tapi ada juga yang tidak mau menjadi dewasa. Terperangkap dalam jeratan masa remaja yang begitu sayang untuk ditinggalkan. Berikut adalah beberapa cara agar seseorang bisa merubah diri menjadi lebih dewasa.

Bisa Bersikap Adil Terhadap Orang-orang di Sekitar

Adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan peruntukkannya. Menjadi lebih dewasa akan tercermin dari sikap terhadap lingkungan di sekitar kalian. Apakah kalian sudah bisa berlaku adil atau justru tidak? Ini merupakan salah satu cara untuk menjaga perasaan orang lain. Menyikapi perbedaan dengan pikiran dan hati terbuka adalah bukti menjadi dewasa dalam hidup seseorang.

Untuk bisa adil terhadap orang-orang di sekitar kalian memang butuh pemikiran yang matang. Termasuk bisa memosisikan diri dengan tepat dalam kondisi dan situasi yang berbeda. Apa yang harus kalian katakan dan lakukan dalam sebuah situasi yang ada di lingkungan akan menunjukkan sikap kedewasaan kalian.

Menerima Kritikan dengan Tangan Terbuka

Tidak banyak orang yang bisa menerima kritikan dengan tangan terbuka. Tapi jika bisa melakukannya, itu tandanya kalian sudah dewasa. Hanya orang-orang yang berjiwa besar ketika mampu membalas kritikan pedas dengan sebuah senyuman. Tetap tenang dan sabar ketika menerima kritikan adalah ciri orang yang sudah dewasa.

Jadikan kritikan yang masuk sebagai alat untuk melakukan introspeksi dan memotivasi diri. Karena bisa jadi kritikan tersebut memang merupakan hal-hal yang biasa atau pernah kalian lakukan.

Hanya orang dewasa yang bisa menerima hal-hal negatif dan mengubahnya menjadi energi positif yang berguna bagi perkembangan mentalnya. Ini juga akan menjadi cara kalianbelajar menghargai orang lain, meski berbeda pandangan denganmu.

Fokus

Bila menginginkan sesuatu, kita harus fokus untuk mendapatkannya. Tidak terkecuali bila kita ingin merubah sifat menjadi lebih dewasa misalnya, maka kita harus bisa berkonsentrasi pada tujuan kita. Memiliki sifat yang lebih baik adalah tujuan kita, karena itu fokuskanlah pikiran untuk mencapainya. Misalnya kita ingin mengubah sikap untuk mencari cara mendamaikan keluarga yang bertengkar, maka kita harus fokus terhadap sikap yang akan kita ubah tersebut.

Dalam melakukan usaha mengubah sifat menjadi lebih dewasa, tak kalah pentingnya adalah kejujuran. Jujur baik terhadap orang lain dan diri sendiri bisa menjadi modal dasar untuk mengubah sifat kita. Karena, seperti diketahui bahwa sifat terkadang merupakan bawaan sejak lahir, maka mungkin akan ada jalan yang sedikit terjal yang harus kita lalui.

Usahakan menyelesaikan masalah sendiri

Cara agar percaya diri adalah dengan berusaha menyelesaikan masalah dengan kemampuan sendiri. Bila kita sedang mengalami suatu masalah usahakanlah untuk mencari dulu solusinya dengan baik, tanpa melibatkan orang lain atau menyebarkan masalah kita kemana – mana.

Kita bisa meningkatkan rasa percaya diri jika mampu menyelesaikan masalah dengan tangan kita sendiri dan jangan sampai kita menghindari masalah dengan tidak menyelesaikannya atau lari dari masalah, karena itu akan menciptakan masalah yang baru lagi.

Membantu masalah orang lain

Dengan kemampuan berpikir dewasa, kita bisa ikut pula membantu menyelesaikan masalah orang lain. Terutama, membantu orang terdekat mencari cara mengatasi masalah yang berat. Kita juga bisa membantu menghindari orang lain untuk dirugikan dengan melakukan pertimbangan yang baik dalam mengatasi suatu masalah.

Nah, bagaimana dengan penjelasan diatas? Apakah kalian masih ingin menyimpan sikap seperti anak kecil? Ingatlah bahwa suatu saat kalianlah yang akan ditiru oleh generasi penerus kalian. Jadi berikanlah contoh yang baik, Ok.