warna rambut

Ternyata Mewarnai Rambut Memiliki Dampak Pada Kesehatan

Mewarnai rambut telah menjadi trend kekinian yang sangat diminati oleh wanita, gak cuma wanita sih belakangan ini para pria juga sudah mulai mewarnai rambut mereka. Memberikan warna pada rambut dapat membuat penampilan seseorang menjadi lebih menarik. Itulah sebabnya banyak orang yang berlomba-lomba untuk mewarnai rambut mereka.

Nah, gimana sih cara kerja dari pewarna rambut ini? Apakah pewarna rambut memiliki dampak buruk bagi kesehatan? Penasaran, simak deh ulasannya dibawah ini.

Pengertian Dari Pewarna Rambut

Pewarna rambut adalah praktek untuk mengubah warna rambut. Alasan utama dari mewarnai rambut ini adalah untuk menutupi rambut yang telah berwarna abu-abu atau putih (bahasa gaulnya ubanan).

cat rambut

Setelah melakukan pewarnaan rambut ini, maka seseorang akan tampak lebih modis dan bahkan terlihat lebih muda. Tujuannya sebenarnya seseorang mewarnai kembali rambut mereka adalah untuk mengembalikan warna asli rambut yang berubah karena proses hairdresssing atau terkena paparan sinar matahari.

Mewarnai rambut dapat dilakukan oleh para ahli penata rambut, tapi kalian juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Sampai saat ini penggunaan pewarna rambut telah menjadi sangat populer.

Di kalangan wanitanya saja sudah mencapai 75% yang menggunakan pewarna rambut, sedangkan pada prianya sudah mencapai  18%. Menurut sebuah studi oleh University of Copenhagen, penggunaan pewarna rambut di Amerika Serikat  pada tahun 2011 telah mencapai $1,9 milyar dan di tahun 2016 telah menjadi semakin meningkat yaitu mencapai  $2,2 milyar

Sejarah Cat Rambut

Pada awalnya cat rambut telah diperkenalkan oleh Eugene Shuller di tahun 1909. Sebenarnya pewarna rambut ini telah digunakan sejak masa neanderthal, saat itu manusia  masih menggunakan berbagai sarana untuk mengubah warna rambut dan kulit mereka.

Menurut penjelasan yang diambil dari Wikipedia, bagi para orang Galia Kuno dan Saxon mereka melakukan pewarnaan rambut ini untuk menunjukkan peringkat atau status sosial mereka. Beda lagi dengan bangsa Babilonia, mereka punya cara unik tersendiri untuk mengubah warna rambut yaitu dengan menaburkan debu emas.

Model-rambut-Bob

Sementara itu, untuk mewarnai rambut pada zaman Mesir kuno, Yunani dan Romawi, umumnya mereka juga masih menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tanaman dan hewan. Namun, saat itu tujuannya hanya untuk membuat rambut mereka menjadi terlihat lebih gelap.

Baru ketika menjelang tahun 1800-an, bahan penggelap rambut tak lagi hanya berasal dari bahan alami, kini mereka telah mulai memanfaatkan perak nitrat.

Dengan pewarnaan yang menggunakan perak nitrat itu kemudian tampak rambut pemakainya menjadi berwarna keunguan. Warna ungu itu kemudian yang melatarbelakangi penciptaan pewarna rambut sintetis pertama ketika para ahli kima menemukan parafenilediamin (PPD).

Pada pertengahan 1800-an, ahli kimia Inggris William Henry Perkin secara kebetulan mensintesis pewarna non-alami pertama yang dimulai dengan tar batubara. Awalnya dia berharap membuat obat untuk para penderita malaria, tetapi malah menghasilkan warna ungu muda. Penemuannya merevolusi industri tekstil dan melahirkan industri petrokimia.

Segera setelah itu, Agustus Hofmann, melihat bahwa pewarna yang dia hasilkan dari tar batubara membentuk warna bila terkena udara. Molekul yang bertanggungjawab adalah para-phenylenediamine, dasar bagi perwarna rambut permanen saat ini.

Penggolongan Pada Pewarna Rambut

Dalam melakukan pewarnaan rambut sebenarnya tidak dilakukan dengan asal-asalan, ada beberapa golongan yang harus diketahui sebelum melakukan pewarnaan rambut. Di katakan seperti itu karena mewarnai rambut ada yang bersifat sementara dan ada yang tahan lama.

hukum-semir-atau-cat-rambut

Nah, jika dilihat dari daya lekatnya, zat warna pada pewarnaan rambut dapat dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu:

Pewarnaan rambut secara temporer

Pewarnaan rambut secara temporer ini berarti bahwa pewarnaan rambut ini sifatnya hanya sebentar atau sementara dan dapat hilang dengan mudah yaitu hanya dengan menggunakan shampo saja.

Bahan pewarna yang dipakai juga hanya melapisi bagian luar rambut saja. Ini dikarenaka adanya gaya kohesi dengan perantaraan minyak/ lemak, adhesi polimer resin dan polimer gel larut air. Produk pewarna rambut yang memiliki sifat sementara tidak mengandung ammonia sehingga ketika melakukan perwarnaan, batang rambut tidak akan terbuka dan warna alami pada rambut tetap terjaga meski dicuci dengan menggunakan shampo.

Kalian juga tidak perlu melakukan tes alergi pada kulit, karena zat yang digunakan adalah zat warna yang diizinkan dalam kosmetik. Bentuk pewarna rambut yang digunakan untuk pewarnaan rambut temporer bisa berbentuk cairan, spray ataupun serbuk.

Bahan yang terkandung dalam pewarna rambut temporer adalah pewarna terdispersi, pewarna asam, pigmen atau bahan pewarna logam. Bahan pewarna tersebut umumnya tergolong dalam senyawa azo, antrakinon, trifenilmetan, fenazin, xantin atau benzokinonsimin.

Pewarnaan rambut secara semi permanen

Yang dimaksud dengan pewarnaan rambut secara semi permanen adalah pewarnaan rambut yang memiliki daya lekat namun tidak terlalu lama, biasanya pewarna ini akan hilang setelah 4-5 kali keramas dengan menggunakan shampo.

Daya penetrasi zat warna yang digunakan dalam pewarnaan rambut semi permanen biasanya sangat terbatas, pewarna rambut ini dapat berpermeasi ke dalam kutikula dan korteks bahwa warna dapat diserap rambut dengan mekanisme ikatan ionik.

Untuk melakukan pewarnaan rambut golongan ini biasanya akan lebih banyak digunakan pewarnaan rambut langsung dibandingkan dengan pewarnaan rambut dengan pewarna yang menggunakan bahan pembentuk warna.

Ada beberapa bahan yang juga digunakan dalam pewarnaan rambut permanen. Bahan pewarna rambut yang digunakan pada pewarnaan rambut semi permanen umumnya termasuk dalam golongan senyawa Nitrofenilendiamin, Nitroaminifenol dan Aminoantrakinon.

Pewarnaan rambut secara permanen

Nah, kalau pewarnaan rambut permanen ini mempunyai daya lekat jauh lebih lama dan akan tetap melekat pada rambut hingga pertumbuhan rambut selanjutnya. Agar rambut tidak terlihat aneh maka rambut yang masih terkena cat akan dipotong, kemudian dilunturkan dengan proses pewarnaan rambut kembali atau dilunturkan dengan menggunakan penghilang cat rambut.

Dalam melakukan pewarnaan rambut secara permanen maka akan disajikan dalam 2 bagian yaitu bagian pertama yang merupakan campuran warna intermediet dan bagian kedua adalah larutan pembangkit warna yang mengandung hydrogen peroksida atau serbuk peroksida.

Pada saat pewarna ini akan digunakan maka kedua bagian tersebut akan dicampur. Proses dari pewarnaan rambut ini menggunakan zat warna oksidasi yang tidak berwarna (prekursor) tetapi akan berubah menjadi berwarna secara alami dalam rambut melalui serangkaian reaksi kimia.

Mekanismenya adalah oksidasi dan kopling atau kondensasi pada pH basa yang biasanya menggunakan amonia dan oksidator akan diganti dengan menggunakan hydrogen peroksida atau dertivatnya yaitu urea peroksida.

Hair toning

Hair toning ini merupakan proses pewarnaan rambut dengan toner, toner tidak mengandung amonia dan proses toning tidak perlu melakukan bleaching pada rambut. Toning hanya bersifat melapisi rambut sehingga mudah luntur dalam 2-4 minggu.

Biasanya penggunaan toning bertujuan untuk memberikan kesan mengkilau pada rambut atau memperkuat warna rambut. Toning juga sering dilakukan setelah proses coloring untuk mempertegas warna dan memberikan kilatan/kilauan warna tertentu pada rambut.

Hair bleaching

Bleaching ini adalah proses dari menetralkan warna rambut atau menghilangkan pigmen warna asli yang dimiliki pada rambut, sehingga zat warna dapat masuk dengan lebih mudah ke dalam rambut dan ini dapat membuat warna yang dihasilkan pada rambut dapat sesuai dengan keinginan/ target.

Bila kamu pernah mewarnai rambut dengan warna terang namun hasilnya malah jadi gelap, itu tandanya rambut kamu harus di bleaching sebelumnya untuk mendapatkan warna terang maksimal yang kamu inginkan. Disarankan untuk melakukan bleaching di salon untuk mendapatkan perawatan dan hasil yang lebih maksimal.

Pewarnaan tanpa menggunakan bahan amonia

Free ammonia permanent color atau pewarnaan rambut tanpa menggunakan bahan amonia ini sangat cocok untuk kamu yang tidak menyukai bau tidak sedap yang di timbulkan pada proses pewarnaan rambut atau bagi kamu yang memiliki kulit kepala sensitif dan sensitif terhadap semua bahan yang mengandung amonia. Jangan khawatir, karena hasil yang diberikan pada rambut akan sama seperti hair coloring biasa yaitu warna yang tahan lama, tapi tanpa kandungan amonia.

Pastinya rambut akan lebih sehat bila kita menjauhkan berbagai macam bahan kimia dan Free ammonia permanent color cocok untuk kamu yang ingin mewarnai rambut tanpa menggunakan terlalu banyak bahan kimia.

Bahan Yang Terdapat Pada Cat Rambut

Setiap orang ingin selalu tampil beda dari yang lain. Oleh karena itu, mereka akan melakukan perubahan pada diri seperti melakukan pewarnaan pada rambut. Akan tetapi, apakah kalian tahu kalau di dalam cat rambut terdapat bahan-bahan yang berbahaya atau mungkin tidak cocok dengan kalian. Berikut ini adalah beberapa bahan kimia yang terdapat pada cat rambut.

Isopropil Alcohol

Bahan kimia ini memiliki fungsi sebagai pelarut dalam cat pewarna rambut yang dapat membuat kita merasa pusing, mual dan sakit kepala.

Propylene Glycol

Bahan kimia ini sebenarnya banyak digunakan dalam pembuatan kondisioner dan juga shampoo dan ini dapat dengan mudah untuk menembus kulit. Zat ini biasanya dapat menyebabkan kerontokan pada rambut jika digunakan dalam kadar yang tinggi.

Polythylene Glycol

Kalau bahan kimia yang ini biasanya banyak digunakan dalam produk pembersih dan perawatan pribadi. Zat ini dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit jika digunakan dalam kadar yang tinggi.

SLS (Natrium Laurel Sulfat) & SLES (Sodium Laureth Sulfat)

Kedua bahan kimia ini biasanya sering digunakan dalam produk perawatan rambut dan bisa dibilang ini sangat berbahaya bagi kesehatan, yaitu dapat menyebabkan rambut rontok, menurunkan kualitas rambut dan dapat menghambat pertumbuhan rambut sehingga rambut tidak cepat panjang, bahkan zat ini juga dapat menyebabkan katarak jika terserap oleh kulit.

Dietanolamina, Trietanolamina dan Momoethanolamine

Ketiga bahan kimia ini banyak ditemukan dalam shampoo. Efek yang ditumbulkan dari zat ini adalah dapat memicu sel kanker dalam tubuh.

Warna Pigmen C & FD

Nah, kedua zat warna pigmen ini merupakan pewarna buatan yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit sensitif seperti iritasi dan gangguan pada saraf serta dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu pewarna rambut ini juga mengandung tar batubara yang bersifat karsinogenik.

Formaldehida

Formaldehida ini merupakan bahan kimia yang banyak terdapat dalam kondisioner dan shampoo. Bahan kimia ini juga dapat menyebabkan kelelahan, alergi, sakit kepala dan menurunkan sistem imun pada tubuh.

Model Dalam Melakukan Pewarnaan Rambut

Mewarnai rambut tidak hanya sekedar memberikan warna pada rambut, ada beberapa model yang bisa kita pilih sendiri. Berikut ini adalah beberapa model dari mewarnai rambut.

Highlights

Highlights

Ini merupakan model mewarnai rambut dengan warna yang lebih terang dari warna asli rambut. Biasanya highlights tidak diaplikasikan untuk seluruh bagian rambut. Highlights ini dilakukan hanya untuk memberi ilusi adanya tekstur pada rambut, sehingga potongan rambut yang menggunakan layer akan terlihat lebih hidup.

Lowlights

Lowlights

Model selanjutnya ini merupakan kebalikan dari highlights, lowlights adalah teknik mewarnai rambut dengan warna yang lebih gelap dari rambut. Biasanya lowlights digunakan oleh perempuan-perempuan dengan rambut asli blonde , cokelat atau yang telah memiliki uban.

Balayage (baliage)

Balayage (baliage)

Yang satu ini diambil dari bahasa Prancis (baca: ba-la-yahr). Model yang ini bertujuan untuk memberikan pewarnaan keemasan pada rambut yang ‘menangkap’ cahaya, dengan hasil akhir gradasi natural.

Balayage yang berarti ‘menyapu’ dalam bahasa Prancis ini menggunakan teknik free hand, dimana setiap helaian rambut diberi pewarna keemasan menggunakan jari tangan tanpa mengunakan alumunium foil atau hair cap. Hasil akhirnya? Lebih natural dari pewarnaan highlights biasa, karena warna emas yang digunakan dipastikan ‘aman’ untuk semua warna dasar rambut.

Ombre

Ombre

Ombre adalah pewarnaan rambut yang meninggalkan gradasi secara bertahap, biasanya dari cerah ke gelap. Kata ombre, dalam bahasa Perancis, berarti “two toned“ dan tampilan ini bisa sangat soft atau dramatis. Kalau kamu berniat ombre, pilihlah warna-warna yang sesuai dengan karakter kamu, jangan takut dibilang jelek. Kalau hasilnya nggak sesuai harapan, tinggal potong rambut aja!

Sombre (Soft Ombre)

Sombre (Soft Ombre)

Nah, kalau istilah yang satu ini bisa disebut ‘adiknya’ ombre. Sombre atau soft ombre masih menggunakan konsep yang sama dengan ombre, namun dengan pemilihan warna yang gak terlalu kontras.

Warna rambut sombre pas untuk kalian yang masih coba-coba untuk mewarnai rambut. Warna yang dihasilkan juga lebih lembut dan kalian pun tak harus sering touch up warna rambut pada bagian akar.

Untuk lebih mudah membedakan ombre dan sombre, perhatikan saja warna rambut pada akar dan ujungnya. Kalau disejajarkan, warna pada akar dan ujung pada ombre (Emilia Clarke) akan terlihat kontras, sedangkan pada ombre (Elizabeth Olsen) tak akan terlalu jauh berbeda.

Rainbow

Rainbow

Kalian pasti sudah sangat jelas dengan yang satu ini. Rambut diwarnai helai per helai dengan cat rambut warna-warni. Supaya tidak gampang bosan, biasanya salon akan merekomendasikan untuk menggunakan spray atau kapur yang sifat pewarnanya tidak permanen, untuk gaya pewarnaan rambut seperti ini.

Dip Dye

Dip Dye

Kalau dilihat dari artinya teknik pewarnaan rambut ini punya konsep ‘rambut yang dicelup’. Teknik bisa berbeda dengan teknik ombre biasanya, warna dip dye tidak ada pada seluruh rambut melainkan di ujung rambut. Warnanya pun bisa dibilang sangat kontras, mulai dari pirang, pink, hingga hijau. Pada dip dye, tidak ada gradasi warna. Yang terlihat adalah warna baru pada ujung rambut yang seperti ‘dicelup’ langsung pada mangkuk cat warna.

Lantas Seperti Apa Efek Samping Dalam Mewarnai Rambut?

Mewarnai-Rambut

Merubah penampilan itu memang sah-sah saja dan tidak ada larangannya. Tapi kita juga harus tahu efek samping apa yang ditimbulkan. Berikut ini adalah efek samping dari mewarnai rambut.

Peradangan

Dalam waktu yang lama, menggunakan pewarna rambut akan menyebabkan peradangan di berbagai anggota tubuh. Jika sudah terjadi peradangan di bagian anggota tubuh maka akan terjadi reaksi buruk pada zat kimia lainnya.

Apabila terjadi peradangan setelah menggunakan bahan pewarna rambut maka segeralah untuk periksa ke dokter. Bisa jadi masalah peradangan akan lebih bertambah besar jika tidak langsung diobati.

Alergi

Alergi biasanya terjadi pada kulit rambut yang sensitif pada bahan kimia sehingga sebelum menggunakan bahan cat rambut sebaiknya tes terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.

Cara untuk mengetes keamanan cat rambut yaitu dengan mengoleskan sedikit cat rambut pada telinga dan biarkan selama 24 jam. Jika terjadi perubahan pada warna kulit dan menimbulkan gatal-gatal maka bahan kimia yang terdapat dalam cat rambut tersebut tidak aman digunakan.

Keracunan

Beberapa cat rambut mengandung zat kimia bernama timbal asetat. Bahan ini telah disetujui sebagai pewarna pada cat rambut, asalkan konsentrasinya tidak melebihi 0,6 persen b/v. Bahan ini aman digunakan jika kalian selalu mengikuti petunjuk pemakaiannya. Apabila konsentrasinya melebih batas dan terhirup oleh manusia, maka ini akan menimbulkan keracunan.

Gangguan Pernapasan

Karena pewarna rambut mengandung persulfat, maka ini dapat menyebabkan masalah pernapasan bahkan pada mereka yang bukan penderita asma. Selain itu, bahan kimia yang berbahaya lainnya yang terdapat dalam pewarna rambut juga dapat menimbulkan masalah pernapasan jika secara teratur terhirup.

Infeksi Mata

Ada alasan mengapa setiap paket warna rambut menyatakan peringatan ‘jauhkan dari kontak mata’. Jika pewarna rambut masuk ke mata secara kebetulan, maka pastinya ini akan dapat menyebabkan peradangan, mata merah, mata berair atau bahkan konjungtivitis.

Rontok

Karena senyawa kimia yang menempel di permukaan kulit kepala selama beberapa minggu (untuk semir temporary) maka ini dapat menyebabkan tidak dapatnya nutrisi yang seharusnya masuk kedalam kulit kepala. Sehingga ini akan berakibat rambut yang tertanam dikulit kepala tidak memiliki cabang kuat dan akhirnya menyebabkan kerontokan rambut.

Yah, seperti itulah penjelasan kita tentang pewarna rambut ini. Jadi gimana apa kalian tetap mau mewarai rambut setelah mengetahui bahayanya. Semua ini bisa dicegah asalkan sebelum kalian melakukan pewarnaan rambut, kalian harus konsultasi dulu dengan salon yang kalian kunjungi.