p

Yuk, Kenali Lebih Dalam Tentang Perceraian

Bercerai. Ini sebenarnya adalah kata-kata yang harus dihindari ketika kita menjalani suatu pernikahan, karena sekali bercerai akan sulit untuk kembali lagi, gak kayak pacaran yang bisa putus nyambung. Jadi sebaiknya sebelum kalian memutuskan untuk bercerai, kalian harus berpikir apa yang akan terjadi setelah bercerai, apalagi jika kalian sudah memiliki anak.

Memang sih, akan ada banyak faktor yang menyebabkan kita bercerai, akan tetapi bukan berati itu gak bisa diselesaikan secara baik-baik kan. Nah, untuk mengenal lebih dalam tentang perceraian, kalian bisa membaca artikel ini.

Pengertian Dari Perceraian

Perceraian adalah berakhirnya suatu hubungan pernikahan. Ketika kedua pasangan sudah tidak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk memisahkan mereka. Selama proses perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka (biasa orang menyebutnya harta gono gini). Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian dan pasangan itu akan menyelesaikannya ke pengadilan.

Alasan Seseorang Ketika Ingin Bercerai

Banyak sekali hal yang bisa membuat seseorang ingin berpisah dengan pasangannya, beberapa alasan di bawah ini biasanya adalah yang paling umum.

  • Selingkuh

a

Orang ketiga biasanya adalah orang yang bertangggung jawab atas rusaknya pernikahan seseorang. Alasan mengapa pasangan berbuat curang bisa saja karena mereka sedang marah dengan pasangan. Kemarahan dan kebencian akan mereka jadikan alasan yang kuat berselingkuh, apalagi jika ditambah dengan adanya perbedaan dalam nafsu seksual dan kurangnya keintiman emosional yang mendasari.

Perselingkuhan pada awalnya akan dimulai sebagai sebuah persahabatan yang tampaknya tidak ada masalah, seorang ahli yang bernama Ruth Houston mengatakan bahwa. “Pada awalnya ini akan dimulai sebagai sebuah urusan emosional yang kemudian akan berakhir menjadi hubungan fisik”.

  • Uang

s

Uang dapat membuat orang menjadi buta akan segalanya begitulah kata pepatah dan itu memang benar. Segala sesuatu dari kebiasaan pengeluaran untuk belanja dan tujuan keuangan untuk pasangan lainnya akan membuat biaya keuangan menjadi semakin banyak, inilah yang pada akhirnya akan memicu pertengkan yang pada akhirnya berujung perceraian.

“Uang benar-benar dapat menyentuh segalanya bahkan sangat berdampak pada kehidupan manusia,”kata Burns Emmet. Sangat terlihat jelas, bahwa uang dan stres akan selalu berjalan beriringan bagi banyak pasangan.

  • Kurang Komunikasi Dalam Suatu Hubungan

d

Komunikasi sangatlah penting dalam pernikahan dan jika kita tidak mampu berkomunikasi secara efektif, maka ini bisa saja menyebabkan kemarahan dan frustrasi untuk kedua pasangan dan ini dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan pernikahan kalian.

Di sisi lain, komunikasi yang baik adalah dasar dari pernikahan yang kuat. Berteriak pada pasangan atau tidak berbicara dengan pasangan sepanjang hari, akan memberikan dampak yang buruk dalam suatu pernikahan. Berlatih dalam berkomunikasi, mungkin akan tampak sulit tapi jika kalian mau mencoba hasilnya akan sangat baik untuk pernikahan kalian.

  • Jangan Selalu Berdebat

f

Dari perdebatan tentang tugas-tugas rumah, hingga berdebat tentang anak-anak, inilah hal yang biasa sering terjadi pada pasangan yang sudah menikah, jika ini terus-terus terjadi maka ini dapat memicu timbulnya pertengkaran yang lebih besar. Pasangan yang tampaknya tetap memiliki argumen yang benar, maka ia akan sering melakukannya karena mereka merasa tidak didengar atau dihargai.

  • Masalah Berat Badan

g

Bagi sebagian orang ini mungkin akan tampak tidak adil, tetapi memang berat badan telah menjadi alasan umum untuk memicu perceraian. Dalam beberapa kasus, berat badan telah menjadi penyebab pasangan kurang menarik secara fisik sedangkan untuk yang lain, masalah berat badan juga mengacu pada keintiman.

Dampak Yang Terjadi Ketika Bercerai

Apakah kalian berpikir setelah kalian bercerai maka semua masalah sudah selesai? Kenyataannya inilah yang akan terjadi.

  • Korban Pertama Adalah Anak

Korban yang paling terluka ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai adalah anak. Anak akan merasa ketakutan jika kehilangan sosok ayah atau ibu mereka, mereka juga akan takut kehilangan kasih sayang orang tua yang kini tidak tinggal serumah. Mungkin juga mereka akan merasa bersalah dan menganggap bahwa merekalah yang menyebabkan orang tua mereka bercerai. Prestasi anak di sekolah juga akan menjadi menurun atau mereka akan jadi lebih sering untuk menyendiri.

Anak-anak yang sedikit lebih besar bisa pula merasa terjepit di antara ayah dan ibu mereka. Salah satu atau kedua orang tua yang telah berpisah mungkin akan menaruh curiga bahwa mantan pasangan hidupnya tersebut mempengaruhi sang anak agar membencinya.

Ini dapat mebuat anak menjadi serba salah, sehingga mereka tidak terbuka termasuk dalam masalah-masalah besar yang dihadapi ketika mereka remaja. Sebagai pelarian yang buruk, anak-anak bisa terlibat dalam pergaulan yang buruk, misalnya menjadi pecandu narkoba atau hal negatif lain yang bisa merugikan diri mereka sendiri.

  • Dampak Untuk Orang Tua

Selain anak-anak, orang tua dari pasangan yang bercerai juga mungkin akan terkena imbas dari keputusan anak mereka yang bercerai. Sebagai orang tua, mereka dapat saja merasa takut anak mereka yang bercerai akan menderita karena perceraian ini atau merasa risih dengan pergunjingan orang-orang.

Beberapa orang tua dari pasangan yang bercerai akhirnya harus membantu anak mereka dalam membesarkan cucu mereka karena ketidaksanggupan dari pasangan yang bercerai untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

 

  • Bencana Keuangan

Mungkin sebelum bercerai, suamilah yang akan berperan sebagai pencari nafkah tapi setelah bercerai maka tidak akan ada lagi pemasukan apalagi jika tidak ada tunjangan. Atau jika pemasukan berasal dari kamu dan pasangan, maka sekarang setelah bercerai, pemasukan uang kalian akan menjadi berkurang

Jika kalian mendapat hak asuh atas anak, itu berarti kalian juga harus bertanggung jawab untuk menanggung biaya hidup dari anak kalian. Yang perlu diingat, setelah bercerai, umumnya banyak keluarga mengalami penurunan standar kehidupan hingga lebih dari 50 persen. Gimana masih mau untuk bercerai?

  • Masalah Hak Asuh Anak

Setelah bercerai, berarti kini kalian harus menjalankan peranan ganda sebagai seorang ayah dan juga sebagai ibu. Ini bukanlah hal yang mudah karena ada banyak hal lain yang harus kalian pikirkan seorang diri. Terlebih, jika anak sudah memasuki masa remaja karena ini adalah masalah yang menantang, Kalian harus menjaga atau memberikan rasa disiplin kepada anak agar dapat tumbuh menjadi anak yang baik.

Masalah lain dalam hal pengasuhan anak adalah ketika harus berbagi hak asuh anak dengan pasangan karena bisa jadi, kalian masih merasa sakit hati dengan perlakuan mantan sehingga sulit untuk bersikap adil. Hal-hal yang harus dibicarakan seperti pendidikan atau disiplin anak mungkin dapat menyebabkan pertengkaran karena tidak sepaham dan rasa sakit hati dapat membuat hal ini menjadi semakin buruk.

  • Gangguan emosi

Ini adalah hal yang wajar jika setelah kalian bercerai masih menyimpan perasan cinta terhadap mantan pasangan. Harapan kalian untuk hidup sampai tua bersama pasangan telah menjadi kandas, ini akan dapat menyebabkan perasaan kecewa yang sangat besar dan juga menyakitkan. Mungkin kalian juga akan merasa takut jika tidak ada orang yang akan mencintai kalian lagi atau perasaan takut akan ditinggalkan lagi di kemudian hari.

Perasaan lain yang mungkin dialami adalah perasaan terhina atau perasaan marah dan kesal akibat sikap buruk pasangan. Dilain sisi kalian juga mungkin akan merasa kesepian karena sudah tidak ada lagi tempat kalian untuk berbagi cerita, tempat mencurahkan isi hati dan mendapatkan bentuk kasih saying. Serangkaian problem kesehatan juga bisa terjadi akibat depresi karena bercerai.

Cara Mencegah Agar Perceraian Tidak Terjadi

Jika kalian tidak menginginkan hal diatas terjadi pada kalian, maka kalian harus melakukan hal ini.

  • Jangan Pernah Berpikir Tentang Perceraian

Jika kalian memiliki gagasan bahwa kalian akan merasa lebih baik di dalam suatu hubungan, maka pikiran itu dapat memberikan motivasi untuk membuatnya menjadi lebih baik. Hanya memutuskan bahwa perceraian bukanlah pilihan yang baik, akan membantu kalian untuk fokus pada apa yang kalian lakukan daripada apa yang tidak ingin kalian lakukan.

  • Menghormati Dan Menghargai Pasanganmu

Memang, pasangan kalian mungkin tidak akan menjadi orang yang sama ketika sudah menikah. Tapi dia tetap masih layak untuk dihormati dan dihargai. Dia adalah orang yang luar biasa dalam haknya sendiri. Pertimbangkan untuk membuat daftar hal yang paling menakjubkan dari dirinya, ini akan dapat membuatmu mengingat hal yang membuatmu jatuh cinta padanya.

  • Berkomunikasi, Berkomunikasi Dan Selalu Berkomunikasi

Tidak akan ada pengganti untuk membicarakan segala sesuatu yang ada di dalam rumah tangga. Jika para istri merasa kurang dalam rumah tangga maka mereka harus secara terbuka membicarakannya (tapi sama suami ya).

Seorang terapis keluarga teman saya menunjukkan bahwa suami dan istri harus menyisihkan 30 menit setiap hari, agar mempunyai waktu untuk saling berbicara satu sama lain. Komunikasi yang efektif merupakan cara penting untuk memperkuat pernikahan.

  • Berbagi Keuangan Dan Anggaran

Sering kita membawa harapan yang berbeda jika sudah menyangkut tentang keuangan dan kesempatan untuk mengolahnya bersama-sama akan membuat kalian dapat melewati masa-masa krisis. Belajarlah untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan kemudian pastikan kebutuhanmu tetap terpenuhi.

  • Memberikan Ruang Kepada Pasangan

Biasanya hal yang paling sulit dilakukan ketika sudah berumah tangga adalah mempunyai waktu untuk bersama-sama. Terlalu banyak waktu bersama mungkin akan terasa membosankan, tapi jika terlalu sedikit waktu yang diberikan maka pasangan akan merasa diabaikan.

Jadi ketika pasangan membutuhkan beberapa ruang untuk dirinya sendiri atau dengan pacar, biarkanlah mereka memilikinya. Ketika ia menginginkan lebih banyak waktu dengan kalian, buatlah waktu untuknya.

  • Mengurus Diri Sendiri

Banyak para istri yang setelah bercerai mereka memberikan pendapat bahwa mereka merasa kecewa pada penampilan pasangan mereka. Bercukur dan membersihkan di akhir pekan, membuat waktu untuk berolahrag dan mengatur pola makan akan membuat kalian tampak sehat.

Kenaikan berat badan akan berdampak buruk pada hubungan kalian. Dan jika kalian perawatan yang lebih baik maka ini akan sangat bagus untukmu, satu hal yang perlu diingat adalah cobalah untuk peduli pada penampilanmu.

Yah, itulah tadi penjelasan tentang perceraian yang harus kalian tahu. Jadi sebelum kalian memutuskan untuk bercerai lebih baik memikirkannya matang-matang,